Cari Blog Ini

Kamis, 30 Juni 2022

Pelatihan Belajar Menulis Gel 26 pertemuan ke-18 : Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie



Kembali belajar menulis pada pertemuan ke 18 ini, materinya merupakan lanjutan dari materi sebelumnya. Pelatihan malam ini diberi judul Menerbitkan buku semakin Mudah di penerbit Indie.  Disampaikan oleh narasumber yang luar biasa, muda berkarya dan berprestasi. Bapak Raimundus Brian Prayetyawan, S.Pd.

Puluhan tulisannya sudah dimuat di berbagai media cetak. Sebagian besar dimuat di  Tabloid Bola, Harian Bola, Tabloid Soccer. 

Penulis 3 buku solo dan 14 buku antologi, juga aktif diberbagai pelatihan kelas menulis sebagai Narasumber. Ketua Komunitas Cakrawala Blogger Guru Nasional. Relawan Pengurus Pelatihan Belajar Menulis PGRI.

Sejak tahun 2020, telah membuat pelatihan kelas dasar blogspot bagi guru-guru se-Indonesia. Sampai saat ini sudah dilaksanakan 5 angkatan, 

Pada pertemuan ke 18 ini, kembali ibu Mutmainah menjadi moderator di kelas Menulis tanpa sekat dan batas. 

motivasi sebelum memulai kelas :

Semua orang akan mati, terkecuali karyanya. Maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak”- Ali bin Abi Thalib 

Seperti yang kita ketahui buku merupakan muara akhir dari sebuah proses penulisan. 

Hasil tulisan kita tentu saja ingin bermuara menjadi sebuah buku, tetapi masih bingung cara dan kemana buku harus diterbitkan? 


Penerbit indie menjadi solusi karena kemudahan dalam menerbitkan buku. Namun juga harus memahami bagaimana ketentuan dan cara menerbitkan buku di penerbit indie. 



Tahap seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis harus berjuang mencoba mengirim naskah ke beberapa penerbit hingga bisa diterima oleh suatu penerbit mayor. Penolakan naskah menjadi makanan sehari-hari penulis. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama.

Kini ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut

Bagi penulis pemula  tentu penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri. 

Memang  kalau di penerbit indie, kita perlu keluar biaya-biaya untuk mendapat fasilitas  penerbitan, atau jika ingin cetak ulang.Tapi itu memang konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan.


Narasumber malam ini,  sudah menerbitkan 3 buku solo. Semuanya di penerbit Indie.

Buku Pertama

Buku Blog Untuk Guru Era 4.0

https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html


Buku Kedua 

Aksi Literasi Guru Masa Kini

https://www.praszetyawan.com/2020/06/buku-aksi-literasi-guru-masa-kini.html


Buku Ketiga

Menerjang Tantangan Menulis Setiap Hari

https://www.praszetyawan.com/2020/10/buku-solo-terbaru-menerjang-tantangan.html


Seperti pertemuan kemarin ada penerbit Indie KAMILA PRESS LAMONGAN, milik Cak Imin

Silakan bisa menjadi tambahan wawasan/referensi bagi bapak/ibu dalam memilih penerbit. Yang pasti, dalam pelatihan ini bapak/ibu bebas memilih penerbit manapun. Tidak ada kewajiban harus pakai penerbit tertentu

Silakan bapak/ibu memilih penerbit berdasarkan selera/kondisi masing-masing

Sebagai tips, berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penerbit indie

● Biaya penerbitan

● fasilitas penerbitan

● Batas maksimal jumlah halaman

● Ketentuan dan Biaya cetak ulang

● Apakah dapat Master PDF

● Jumlah buku yang didapat penulis


Jadi silakan hal-hal tersebut disesuaikan dengan kondisi/keinginan bapak/ibu masing-masing

Dalam hal ini Narasumber membantu menghubungkan ke pihak penerbit. Saya melakukan ini untuk peserta belajar menulis sejak Juli 2020.

Saat itu (Juli 2020) saya melihat bapak/ibu peserta yang belum tahu mau menerbitkan buku dimana. Kemudian terdapat juga beberapa cerita kasus yang saya dengar


Ada yang sudah mengirim naskah ke suatu penerbit, namun kemudian tidak jelas kabarnya. Bahkan hampir setahun menunggu, tidak ada kejelasan apakah betul-betul akan diterbitkan atau tidak

Ada juga yang menemukan penerbit namun biayanya luar biasa mahal, sampai berjuta-juta

Melihat kasus-kasus tersebut maka saya membantu bapak/ibu memilihkan penerbit yang sudah terpercaya dengan harga terjangkau dan mengawal sampai naskah terbit menjadi buku.

Narasumber memiliki rekanan penerbit indie yaitu Penerbit Depok dan Penerbit Malang. Saya sudah pilihkan penerbit yang enak banget. Kinerjanya sudah tidak diragukan lagi. Hasil cetakannya bagus. Kita tidak perlu mengalami hambatan, karena ada saya yang mengawal dan menjamin buku sampai terbit.

memiliki kondisi dan keinginan yang berbeda-beda terhadap buku yang akan diterbitkan. Maka saya coba akomodir dengan menyediakan 2 penerbit tersebut yang bisa bapak/ibu pilih.

silakan lihat gambar berikut



Dari table tersebut dapat disimpulkan bahwa Penerbit Depok cocok untuk bapak/ibu yang memang hanya sekedar menerbitkan buku saja, tidak berencana cetak ulang, sekadar untuk pribadi saja, sehingga  tidak perlu jumlah buku yang banyak. Maka biaya penerbitannya lebih terjangkau. Di sisi lain, Biaya penerbitan yang terbilang murah membuat biaya cetak ulang di penerbit Depok cukup lumayan.

Penerbit Malang cocok untuk bapak/ibu yang  berencana menjual bukunya, karena jumlah buku yang diberikan lebih banyak. Dengan biaya penerbitan 650.000 terhitung lebih hemat. Jika stok buku habis, bisa cetak ulang lagi dengan biaya cetak per buku lebih murah dibanding penerbit Depok.

Terkait ketentuan menerbitkan buku di 2 penerbit rekanan saya tersebut, bisa lihat link-link postingan blog saya berikut

Namun bersyukur, 2 penerbit rekanan saya tersebut tetap bisa mengeluarkan nomor ISBN

walaupun sekarang ini menerbitkan buku ber-ISBN perlu waktu yang cukup lama (3-4 bulan)

Jika nanti bapak/ibu ingin mengirim naskah buku ke salah satu penerbit rekanan saya tersebut, silakan kirim japri ke WA saya

sertakan kelengkapan naskah yaitu:

1. cover ( judul buku dan nama penulis saja), 

2. Prakata, 

3. daftar isi (tanpa nomor halaman), 

4. profil penulis

5. sinopsis

semuanya digabung dalam 1 file word

Tips dari saya, jangan menentukan deadline kapan buku harus terbit, misalkan karena untuk kenaikan pangkat, buku diminta agar terbit bulan apa gitu. proses penerbitan buku ya hanya bisa ditunggu saja

karena naskah yang masuk ke penerbit tidak hanya 1-2 saja. Tapi puluhan setiap bulannya

belum lagi proses cetak sekitar 2 minggu

karena menerbitkan buku bukan seperti fotocopy yang bisa sehari jadi 


Demikian Pemaparam materi kali ini

Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tawanan Fatamorgana

Tawanan Fatamorgana Karya : Sim Chung Wei Melayanag dalam khayal melambungkan jiwa penuh warna mahligai hidup dan ajal laksana menuju nirwan...