Pada malam ini, moderator yang luar biasa, ibu Nur Dwi Yanti, memandu pertemuan ke-12 BM gelombanng 26. Materi hari ini adalah Proofreading, dengan narasumber Pa Susanto yang juga Alumni BM gel. 15. Materi yang akan melengkapi para penulis untuk ditingkatkan menjadi keterampilan pendukung bagi keterampilan menulisnya.
Pertanyaan pemantik dari moderator, Jika mengacu pada gaya Mazmo, sang Guru Penggerak, sepertinya ini alur Mulai dari Diri sebagai bagian dari alur belajar MERDEKA
Proofreading atau kadang disebut dengan uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut.
Dengan melakukan proofreading, kesalahan yang dimaksud di sini termasuk kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata dapat diminimalkan.
Loh, itu kan tugasnya editor atau proofreader?
Iya, benar. Akan tetapi, jika naskah yang kita kumpulkan memiliki kesalahan yang minimal, tentu tugas editor semakin ringan.Dan bisa jadi tulisan kita mendapat "apresiasi yang baik" sehingga dibaca tuntas dan bisa "LOLOS". Bayangkan jika, tulisan kita banyak sekali kesalahan, seperti typo yang saya lakukan.
Penulis, sebaiknya juga seorang proofreader, setidaknya untuk tulisannya sendiri.
Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang proofreader juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima logika dan dipahami.
Seorang Proofreader harus dapat mengenali:
1) apakah sebuah kalimat efektif atau tidak
2) susunannya sudah tepat atau belum
3) substansi sebuah tulisan dapat dipahami oleh pembaca atau tidak
Misalnya, seorang proofreader mendapatkan tugas untuk menguji-baca sebuah teks terjemahan. Output yang dihasilkannya adalah sebuah teks yang mudah dipahami meski bagi orang yang tidak mengetahui bahasa asal teks terjemahan tersebut.
Proofreading merupakan tahapan penulisan yang sebaiknya tidak kita lewatkan.
Terutama jika Anda berniat untuk menerbitkan karya tulis kepada khalayak luas, termasuk blog atau tulisan lain yang dipblikasikan.
Caranya?
Pastikan tulisan Anda sudah jadi atau sudah selesai.
Ketika "sedang" menulis, muncul keinginan agar tulisan ini harus sempurna. Sehingga, muncul kehawatiran: nanti tulisan jelek, tdak layak baca, banyak kesalahan ejaan, kalimatnya tidak pas, dan sebagainya.
Akhirnya terjebak untuk segera memperbaiki.
Setelah tulisan jadi, endapkan barang sejenak agar pikiran tidak larut dalam tulisan. Kemudian, lakukan proofreading dan bersikaplah netral. Artinya, menilai karya penulis secara objektif. Bertindaklah sebagai seorang “calon pembaca”.
Langkah Pertama
Merevisi draf awal teks. Membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan, atau menghapus seluruh bagian.
Langkah Kedua
Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa, dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.
Langkah Ketiga
Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.
Langkah keempat
1. Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit
2. Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
3. Konsistensi nama dan ketentuannya
4. Perhatikan judul bab dan penomorannya
Hindari kesalahan kecil yang tidak perlu misalnya typo atau kesalahan penulisan kata dan penyingkatan kata.
Kesalahan kecil lainnya misalnya, memberi spasi (jarak) kata dan tanda koma, tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Tanda-tanda baca tersebut tidak boleh diketik terpisah dari kata yang mengikutinya.
Cara mudah melakukan proofreding terutama pada typo, saya sudah diajari oleh ibu Rita Wati (Guru, Penulis, Narasumber, Youtuber, sahabat Kelas Belajar Menulis). Materinya saya peroleh pada sebuah grup menulis.
Saya lakukan dan dan saya buat video dari apa yang diajarkan bu Rita Wati di Youtube.
https://www.youtube.com/watch?v=tZZgrv5-JXo
Namun, apa yang diajarin Bu Rita pada channel Youtube-nya dan juga video di atas, jangan karena itu menggunakan mesin, tetap lakukan koreksi kembali secara manual dengan teliti.
Baik, Bu Momod, saya kira itu yang bisa saya berikan.
Mohon maaf jika masih banyak kekurangan.
Semoga bermanfaat terutama bagi para penulis yang akan membblikasikan karya-karyanya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar