Cari Blog Ini

Kamis, 16 Februari 2023

Tantangan menulis Puisi dalam 30 Menit

Flayer KBMN 28-pertemuan ke-17-TSO

Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) gelombang 28, pada pertemuan ke-17, diisi dengan materi menulis Puisi. Dengan nara sumber yang luar biasa, pencinta puisi dan sudah menerbitkan buku  kumpulan Puisinya, Baliau  bernama Dr. Hj. E. Hasanah, M.Pd. Suat kehormatan ketika saya bisa menemani Bunda Hasanah dalam memaparkan materinya.

Setelah materi selesai, peserta diberi tantangan untuk menulis puisi dalam waktu sekitar 30 menit, dan berikut hasilnya :


1.Puisi

Karya : Endang Ratna Juwita

 

Semilir angin mendesah lirih

sayup sayup terdengar di telinga

jeritan hati terhampar nyata

menanti impian yang tak teraih

 

Yang tersisa hanya wajahmu

disudut relung hati sanubari

Dan sejumput kisah luka

yang bersemayam di kalbu

 

Wahai hati yang rapuh

kuatkah menanggung lara dikalbu

hanya isak tertahan lirih

dihamparan sajadah jatuh tersungkur

 

Ya ilahi...

Kuatkan hati ini

biar bisa berdiri

diatas kaki lemah ini

 

Kota hujan,

15 Februari 2023

 

2.Genta Literasi

Karya Rismalasari

 

Gelanggang literasi telah dibuka

Endapan gagasan biar membuncah

Nantikan karya spekta

Titik balik pencapaian 

Ada dan tiada dirimu yang tentukan 

 

Lihatlah semua sedang berpacu

Inspirasi dan motivasi hadirkan nyawa

Tetapkan hati terus berkarya 

Enyahkan keraguan 

Raih kemenangan dengan karya nyata

Asa mu harus diwujudkan 

Sesuatu yang berasal dari mimpi 

Inspirasi terindah jadi Genta literasi 

 

#puisi akrostik

Bandung, 8 februari 2023

 

  

3.TINGGAL NAMA

Karya: Farida Lisanti

 

Makan buah simalakama

Mendulang garam termakan asam

Dalam jantung mengorek luka

Pilih ibu, ayah tenggelam

 

Tanpa gumaman tanpa pesan 

Tinggal sepenggal sakral diucap

Hilang waktu hilang kesan

Hajat tak terlaksana sudah menancap

 

Senyum bisa terlintas 

Tapi batin tak terima

Hati tertambat hanya seutas

Hilang nyawa tinggal nama

 

Biarlah haru kini menderu

Biarlah hitam kini tenggelam

Yang merona biarlah biru

Masa lalu biarlah kelam

 

Lah kepalang buah kepayang 

Dimakan mabuk dibuang sayang  

Jangan ragu jangan bimbang

Kirim doa yang telah hilang

 

4. Air Mata

Karya : Rustia Warnida

 

Kutahu persahabatan di antara kita begitu indah 

Seindah pelangi di angkasa 

Membias rona di saat ada rasa

Kutahu rindu itu tak bisa dikhianati 

Walau waktu terus merayap mesra

Mengukir relung kalbu tak tertawar harga

Jauh itu pasti

Sahabat selalu di hati

Biarlah mutiara menyusuri pipi yang jelita

Sebagai suatu bukti kita pernah sama merajut asa

 

 

 

5.Kuiklaskan dirimu pergi

Karya : Ervidus D.

Sudah beberapa kali kita di bawah empat mata

Membicarakan hubungan yang tak pernah terurai

Selalu kusut merangkai

Terkadang tak tesambung dalam beberapa waktu

Lantas terkait kembali

Kuikhlaskan dirimu pergi sekarang

Kuharap engkau mengambil keputusan yang bijak

Apakah kita melanjutkan perjalanan ini

Dengan segala kekusutan yang tidak pernah terusai habis

 

6.TERAS SENJA 

oleh: Moh. Ali Husni

 

Senja temaram di ufuk barat 

Terduduk di teras kunikmati senja 

Ditemani candi ala memerah redup

Menapak senja berganti petang 

 

Sayup kudengar panggilan Sang Maha 

Memanggil menggema bersautan 

Dari penjuru barat hingga timur 

Dari penjuru utara hingga selatan 

 

Sayup suara celoteh anak bersautan

Terdengar dari corong surau tua 

Di ujung jalan terjal tak beraspal

Sepi penghuni ramai binatang malam 

 

Kupaksakan kakiku melangkah 

Menelusuri jalan terjal tak beraspal 

Mencari celoteh anak bersautan 

Memenuhi panggilan-Mu mengharap ridho-Mu

 

7.Penantianku 

Karya : Elizabeth Kanserita

 

Senja telah berlalu

Matahari telah bersembunyi di balik langit malam

Bintang malu untuk menunjukkan wajahnya

Bulanpun enggan untuk mengintip

Malam ini .....sunyi

Jiwaku mengolah rasa untuk esok pagi

Membayangkan apa yang akan terjadi

Seolah hati ini penuh rasa 

Menanti sebuah jawaban yang pasti

Harapan cerah di masa mendatang

Doapun kupanjatkan

Hanya kepada Allah saja aku serahkan

Segala harapan dan impian

Semoga Tuhan mendengar 

 

Jakarta Barat

 

8. *Bersimpuh dalam doa* 

Mutmainah

 

Larung dalam balutan dosa

Senandika meronta

Memohon ampunan sang Maha Kuasa

 

Disaat lembayung tertatih, aku dalam kubangan kelam

Hara laksana cahaya terangi malam

Butiran dosa tenggelam

Berbaur menjadi bait bait doa terdalam. 

 

Saat dalu kubersimpuh 

Mengadu Amarta penuh peluh

Melangitkan segala rasa gundah

Berharap yang Esa memberi kasih

Kembali padaNya penuh kinasih

 

Cipanas 15 Februari 23

 

9. *Padang*

Karya : Elok Dewi

 

 *P* ertama mengenalmu dikala kita duduk di bangku SMA

 *A* ku menyukaimu karena engkau sahabat yang baik

 *D* irimu selalu memperhatikanku dan selalu mengingatkan akan sholat jika kita berpergian bersama Samagat lainnya

 *A* ku Dan kamu. Kita adalah sahabat karib

 *N* amun seiring waktu berjalan ketika kita sudah menyelesaikan bangku kuliah, ada yang beda dari dirimu, ternyata aku benar. Engkau pun menyatakan kepadaku bahwa engkau ingin menjadi lebih dari sahabatku. Aku pun terpana dan aku pun menggelengkan kepala dan ucapkan engkau adalah teman baikku

 *G* alaupun membersamaimu, lalu engkau menjauhi dari kehidupanku. Ada rasa yang hilang, ada rasa yang hampa dan resah di hati, perhatianmu, kepedulianmu ku rindu. Kerinduan dalam balutan doaku "Jika jodohku pertemukan aku dan jika tidak jauhi aku darinya". Tetiba kau datang ketika ulang tahunku. I feel surprise and happy. So you talk to me that you love me. I was shy and just smile. It's mean that I love you too. Sekarang kau menjadi imamku, ayah dari anak-anakku. Raja di kerajaan samaraku. Together till Jannah. Sehidup sesurga adalah janji kita. Insya Allah Amin Allahumma Amin

 

 #baitijannati

#kerajaansamaraelok

#sehidupsesurga

 Padang, 15 Februari 2023.

 

10. *PENULIS*

Karya :  Kang Khasan

 

Menyusun kata membentuk kalimat

Mengeluarkan semua gagasan

Berharap menjadi 

Penulis

Buku

Mahkota impian

Menjadi angan terbesar

Memotivasi setiap jejak langkah.

 

Biarkan otak bekerja keras

Mencari kata terselip

Untuk menentukan

Tema

Biarkan jemari menari lincah

Mencari kata indah

Dalam menemukan 

Judul.

 

11. E. HASANAH*

Karya : Elok Dewi

 

 *E*  ngkau sangat pandai merangkai kata kat indah menjadi puisi

 

 *H*  adirmu dalam KBMN malam ini sangat ku nantikan

 *A*  ku sangat mengagumimu

 *S*  angkat menginpirasi pembelajaran darimu

 *A* ku ingin bisa merangkai  puisi sepertimu

 *N*  amun puisiku masih datar karena ku masih belajar

 *A*  da asa yang hebat menyentuh kalbuku setelah belajar darimu

 *H* arapan yang selalu membersamaiku tuk menjadi seorang penulis puisi yang baik, Insya Allah Aamiin.

 

Padang, 15 Februari 2023

 

12. Niat Berilmu

Karya : Sri Rahayu

 

 Sepinya malam menemaniku

Mencari ilmu yang baru

Baru ketemu di malam syahdu

Bersama ibu Hasanahku

 

Kawan hatiku semakin memburu

Ingin meraih sesuatu yang baru

Kenapa KBM menjadi pilihanku

Disitu banyak guru berilmu

 

Bahagia rasa hatiku

Bertemu komunitas yang maju

Selalu ingin menambah ilmu

Agar mampu memajukan negeriku

 

 

13.Puisi Untuk Aril

Karya : Miss Ezi

 

Nak....

Tahukah engkau

Bahwa suaramu mengguncang dunia?

Menggetarkan setiap jiwa 

Yang mendengarnya

Menghapuskan lara

Saat ia menggema

 

Nak...

Tahukah engkau

Berapa kali sudah 

Harapan ini akan anugrah yang kau punya

Menggaungkan ke setiap rongga udara

Sebagai ucap Syukur Kepada Ilahi

Betapa istimewanya dirimu

 

Nak...

Tahukah engkau

Ada masa orang percaya

Ada masa orang lupa

Ketika harapan diabaikan

Saat itulah...sukma kan pergi dan menjauh

 

Nak...

Tahukah engkau

Saat ini aku terluka

Pedih yang tak terbilang

Karena kau 

Telah torehkan

Untuk kesekian kalinya

Padaku

Yang selalu mangharapmu.

 

14. Cinta Tak Terkendali

 

Cinta adalah anugerah Ilahi

Cinta adalah berkah

Cinta adalah kebutuhan

Cinta adalah hawa nafsu

 

Cinta adalah keinginan atas sesuatu benda

Cinta adalah keinginan atas seseorang

 

Keinginan memiliki

Keingina mengakui

Keinginan mengeksploitasi

Keinginan karena hawa nafsu

 

Cinta jadi berkah jika sesuai porsinya

Cinta jadi musibah jika operdosisnya

kecuali cinta kepada sang maha pemilik hati cinta sang khalik

 

Cita harus sesuai kondisi

Cinta harus sesuai kebutuhan

Cinta harus sesuai situasi

Cinta harus sesuai peruntukan

 

Cinta terkendali karena hati yang memposisikan sesuai aturan-Nya

Cinta tak terkendali karena hanya mengikuti si hawa nafsu

 

Wahai hati pemilik cinta

Sungguh engkau penentu, pemilih, penimbang, pemberi cinta

Tetaplah pemilik cinta sejati

Cinta tak terkendali oleh waktu dan kondisi

 

Semoga hati ini selalu memiliki cinta tak terkendali 

Kepada pemilik jiwa dan raga Allah Maha Memiliki

 

15. AKU, KAU, TIADA  ...

(Rosjida Ambawani)

 

Aku, siapa

Kau, siapa 

Aku, kau, bukan siapa-siapa

 

Aku, tiada ada dan tiada punya

Kau pun, tiada ada dan tiada punya

Kita, aku dan kau, tanpa punya adanya ...

 

16.mentari

Karya : Prihastri

 

bersinar menerangi alam

bak lentera di tengah malam

menerangi gelapnya hati yang temaram

 

17.

Kang  khasan

 

Hanya suara tanpa wujud

Semuanya menutup hidung

Sembari berteriak 

Kentut

Bau

Mereka berpaling

Ada diantaranya  melangksh

Membubarkan diri sambil mengumpat

 

18. DUA DELAPAN

  

Dua delapan sekolahku

Untuk anak anak menuntut ilmu

Amanah dan jujur bapak dan ibu guru

 

Dengan penuh semangat menggebu gebu

Elok dan indah ciri sekolahku

Lingkungan bersih serta sejuk tak berdebu

Alangkah senangnya hatiku

Pandai dan cerdas generasiku

Antusias kami selalu setiap waktu

Niatan ikhlas tidak pernha jemu.

 

19. Malam

 

Malam untuk kembali kepadamu

Almaku terkunci lagi 

Serayu malam meninggalkan makna

Di dekatmu aku hanya perlu   rasa 

Perlu dama

 

Malam

Agar tangan kita kembali berpaut.

Percaya dama tak pernah pudar

 

Malam berwara tiba- tiba

Hanya karena mendengarmu tertawa

Bukankah aku harsamu?

 

Malam saat kau gata

Aku menjadi milikmu

Tanpa pulasan

 

Tangerang, 15022023

Ratna Komala Juwita

 

20. *SENIN CERIA*

  by. Soelistijani


Secercah harapan menggugah angan

Energi berkolaborasi penuh intuisi

Nirmala cahaya berkelebat penuh canda

Indah penuh aroma kesucian hakiki

Netra menyala membawa asa untuk terus berjaga

 

Candu rindu terus menjelma

Enyahkan rasa nan trus mendera

Rindu bersama untuk bahagia

Indah bekolaborasi dalam aksi nyata

Apalah artinya kita tanpa bersama dalam riuh barisan kata

 

21. Marlina.

Mengenalmu mendatangkan asa

Asa yang senantiasa ku langitkan

Rindu tak bertepi tercurah untukmu

Linangan bulir bening mewakili hatiku

Itulah ketulusanku untukmu

Namun, rindu dan asa tak jua bersua

Akhirnya, takdirlah pemangku segalanya

 

22. Pelukan Hangat Ibu

Oleh Lesterina Purba

 

Ibu

Di dalam daksa

Ada rasa enggan di dada

Dekapan hangat tak pernah kurasa

Tiada waktu untuk bercanda tawa

 

Ibu

Engkau selalu menjauh dan sibuk

Beribu alasan terucap dari bibir

Namun aku tak pernah benci 

Senyuman hangatmu tertutup awan kelabu

Penyebabnya adalah aku

 

Ibu

Kita dekat tapi terasa jauh

Engkau selalu berusaha menghindar

Agar tidak bertemu muka denganku

Aku merasa bersalah dan terasing

 

Ibu

Banyak hal yang ingin aku ceritakan

Dalam kekurangan aku pasti bisa memberikanmu bahagia

Aku rindu pelukan hangat dan senyum bahagia darimu

 

Bekasi, 16022023

 

23.Karya : Yuhanah

Hadirmu yang ditunggu

Meregang jiwaku tanpamu.

Tempat curahan hati yang tak pernah bisu

Selalu menenangkan jiwaku .

Mendamaikan batinku

Mengundang kesadaranku untuk selalu dekat dengan mu

Ya Alloh ya Tuhanku.

Hadirmu dalam jiwaku selalu kutunggu

 

Dalam hening malam,  dingin dan sepi 

Engkau mengundangku untuk bertemu.

Melepas rindu

Aku yang selalu pengap dengan kesibukan dunia 

Aku ingin bertemu

Hadirmu dalam jiwaku selalu kutunggu

 

24. Hujan Tak Kunjung Reda

 

Awan hitam bersama gelapnya awan

Di kejauhan terdengar gemuruh bersahutan

Pertanda airmu akan turun ke bumi

 

Tetes demi tetes membasahi

Bumi yang tak lelah menerima

Setiap guyuranmu

 

Kupandangi setiap sudut halaman

Tak tersisa aliran airmu

Hanya puring-puring yang menari 

Menyambut tetesanmu

 

Dibalik kaca kulihat rata tak tersisa 

Banjir mengalir menggenangi

Halaman rumahku ini

 

Gunungkidul, 15 Pebruari 2023

Siti Maunah

 

25. Harapan

Karya : Candra

 

pelangi itu belum hilang selama mendung bergelantung 

   warna nya akan tetap sama 

Selama belum terkena sang surya 

  Biar ku lukis nama ku di sana 

mungkin masih ada yg tersisa

 

candra 2023

 

26. Belajar dalam Sunyi

Oleh Dyah Ku

 

Malam mulai menarik selimutnya

Terdengar merdu nyanyian hujan

Sunyi binatang dalam tidurnya

Bulan pun ikut berselimut awan

 

Tak tik terdengar suara asing

Seorang murid sedang asik mengetik

Membaca dan kemudian menulis lagi

Belajar dalam keheningan suara keyboard yang ditekan

 

Mari kawan tetap semangat meneladan

Walaupun letih dan lelah badan

Mari terus berkarya

Untuk mengekspresikan diri kita

 

27.SEMARAK

     Karya : Nurfatuh

 

S - imfoni mengalun begitu syahdu

E - engkau dan aku masih meramu sebuah rindu

M - alam berganti namun rasa semakin candu

A - ada hasrat terdalam ingin segera menatap dirimu

R -asa yg terpatri mustahil menjadi jemu

A - langkah jenaka ikatan antara aku dan kamu

K - arena penawar rindu hanya sebuah kata Temu.

 

28. Diksiku Terbelenggu

 

Pertemuan diujung waktu

Membuat lidahku kelu

Rangkaian kalimatku terbelenggu

Meninggalkan sesak dan senyum sayu

 

Lembayung menyapa malam

Meninggalkan senja temaram

Dan sesalpun tak kunjung padam

Diksiku hanyalah renjana muram

 

Eka Yulia

Seruyan, 2023.

 

29. Hisab

Karya : Hasbi Aprizal

 

Rintikan malam membawa berita

Mengisahkan kabar dari utara

Riuhnya bersapa dengan pancaindra

Membalut kata dengan cerita

 

Angin malam seperti berkata

Menyimak makna dibalik kata

Derasnya terasa hingga dada

Ada apakah dengan dunia 

 

Mari merenungkan nasib kita

Sudahkah siap untuk semuanya

Tarikan nafas yang tersisa

Akan menjadi sebuah tanda

Sukabumi, 2023

 

30.

Hawa dingin menerpa kalbu

Menyengat lentera netra.

Menyembulkan riak yang berarak turun 

 

Hati terisak 

Hampa tapi sesak

 

Tekanan melesak 

Mencerai rasa dari raga. 

Sensasi dikhianati

Sukma mati tanpa hati

 

Manado, 15 Februari 2023

Helny Untu

 

31. *Aku lelah*

Kiki#Grobogan Jawa tengah🙏😊

 

Sebentar saja...

Kan kulepaskan sakit di dada

Kan kuhempaskan lara di jiwa

Aku lelah...

Perih namun tak terluka

Tersayat namun tak tergores

Nurani tak mengerti kata hati

Riang namun tak senang

Aku lelah...

Ingin kulari...

Namun sedikitpun raga tak mampu beranjak

Ingin kuteriak...

Namun bibir menolak

Aku lelah..

Anganku semakin menderu

Seperti langit yang kelabu

Sinar cahaya pun tak mampu menembus bumiku

Ya Allah....

inikah ujianMu?

Inikah jalan hidupku?

Kupejamkan mata ini

Kubuka tangan ini 

Berharap...

agar Engkau memberi satu celah sisi 

Harapan yang pasti

Hidupku Kehendak illahi Robbi

 

32.

Milma Yasni

Aku tak biasa berpuisi

Tapi aku merasa ingin berbagi

Perasaanku kali ini

Menemani malam sunyi

 

33. Selaksa Hayati

Buah pena: Ellabasri

 

Setiap langkah hidup yang kulalui

Penuh makna yang berarti 

Menapaki hidup penuh misteri 

Menjadikanku melangkah tak bertepi

Hidup bak fatamorgana 

Hilang timbul bersama 

Hitam putih merah jingga

Datang silih menyapa

Dosa, sesal, asa jiwa

Berkelebat selaksa sukma

Riuh resah hati

Tak kan diam selama

Sesak jiwa terasa

Timbul tenggelam

Bersama waktu semesta

 

34.BALADA SENJA

 oleh: Lucy

 

Aku ingin menjadi dia

Yang kau kata cantik

Aku ingin menjadi dia

Yang selalu kau lindungi

Aku ingin menjadi dia

Yang selalu dalam rindumu

Aku ingin menjadi dia

Yang jadi sebab kau tundukkan pandang 

           

Kuingin menjadi dia

Yang kan kau beri sgala kehangatan

Aku ingin menjadi dia

Penyebab senyummu yang menawan

Kuingin menjadi dia 

Yang slalu dalam cintamu

 

Senyummu terukir di kalbu

Kaulah yang kurindu

Jadikanlah ku senja dan lautmu

 

35.*A bird with broken wings*

By : Yuniati Akbariah, 2023.

 

I am like a bird with broken wings

perches in a broken twig

in the middle of empty desert

of being ignored

of being lonesome

wind blowing worsens all

 

Then suddenly

rain pours heavily

growing grass and trees

giving fragrant on dried soil

healing my broken wings

 

Now I can fly again

high in the sky

seeing the green land

under the horizon lane

 

Dear,

thanks for bringing the rain

by the words you are saying

and longing you are delivering

 

 

36.Semangatku

 

Semangatku menyala bagai mentari

Yang menghujani bumi tiada henti

Dengan kasih suci nan murni

Kemilau menyambar hati nurani.

 

Semangatku mengembara

Ke seluruh belantara

Juga menyusuri padang gersang di sana

Kutemui asa - asa membahana

Bagai membawaku ke nirwana

Yang selalu nikmat terasa

 

Semangatku terbang ke angkasa

Bersama sang ternama

Yang selalu  memberikan rangkulan mesra

Terbuai aku dibuatnya

Hilang sudah sepi merana

Yang ada hanya

Semangatku yang terus menggelora

 

Banjarnegara, 15 Februari 2023

 

Lely Suryani

 

38.NELANGSA

#bu kanjeng

 

terkulai

dilanda kecewa

getir

menguyah derita

kesepian

menyelimuti 

malam panjang

dalam penantian

kerontang raga

dendam dibawa

ke pangkuan ilahi

 

Surakarta Hadiningrat 15022023

#P.2.0

#58

 

39.Seandainya Mereka Tau

Karya : Kasmin

 

Sunyi,senyap kadang kurasakan.

Bising, Riuh sering menghampri setiap aktivitasku

Kadang aku heran disetiap ku ada diperjalan 

Dikota yang penuh dengan sesak kendaraan 

Penuh dengan polusi asap.

Kutatap banyak orang begitu cepat

Cepat melajukan kendaraan 

Tampa menghiraukan diri sendiri

Apalagi menghiraukan orang sekeliling

Kadang ku bertanya

Apa yang mereka kejar

Apa yang mereka inginkan

Ketika Azan berkumandang

Jarang orang lari secepat kilat

Seperti saat mereka mengendarai kendaraan

Ketika suara azan terdengan ditelingga 

Jarang dan sedikit dari mereka yang mendengar panggilan

Panggilan Yang Maha Kuasa

Untuk selalu taat Padanya

Padahal…

Jika mereka sadar

Hidup ini hanya sementara

Kepastian hanyalah Kematian

Tampa Harta dan Tahta,

 

40. Pasir di dahi

karya M. Zain Widodo

 

Perjalanan panjang hidup kulalui

Sekedar mampir untuk minum

Dahaga hilang terobati sejenak

Tak terbendung rasa hati ingin bersujud

Lama aku sujud tanpa alas

Banyak pasir di dahi

Sebagai bukti sujud pada Ilahi

 

41.PUISI BERCERITA

Kupandangi Pandan wangi

Teringat ketika dulu kita di sini

Duhai Kembara peraih cinta

Masih adakah sedikit rasa pelantun jiwa

 

Nun, Duhai Kanda

Lihatlah goyang rumput berdendang di halaman

Sembuhkan hati gulana

Menanti kanda tak pulang jua

 

Ketika itu Kanda senyum sendu

Menatap bijak seribu sembilu

Aih..., kenapa Kanda tak jua temui

Meski hanya menyapa di mimpi

 

Kanda, tlah kuikhlaskan kau kembali

Ke Haribaan Maha Suci

Melati kan tetap bersunyi diri

Sampai tiba masa itu kembali  

 

Semarang di Sunyi tak bertepi,

Medio Februari

HR. Utami

 

42.Menulis Puisi Mengasyikkan

Oleh : Ahmad Fatch

 

👇Menulis puisi mengasyikkan

👇Ungkapan makna yang tersirat di dalam dada, dapat kita ungkapkan dalam untaian kata

👇Dengan bentuk bait-bait dan larik-larik yang indah

👇Mewakili ungkapan hati dengan makna

 

👇Menulis puisi sangat mengasyikkan

👇Kutulis puisi ini sebagai makna di dalam jiwa

Melahirkan deretan untaian kata

👇Berbaris dalam keniscayaan yang nyata

 

👇Menulis puisi memang mengasyikkan

👇Indah nian rangkaian makna

Dapat mewakili perasaan di dalam dada

👇Bahkan terkadang perasaan jiwa dapat diungkapkan dengan baris-baris kata

 

👇Menulis puisi sungguh mengasyikkan

👇Indah berbagi di dalam kata

👇Dengan makna-makna tersembunyi ditampilkan dalam baris-baris cinta

👇Dirangkai dengan kata indah mempesona

 

👇Menulis puisi mengasyikkan

👇Sangat mengasyikkan

👇Memang mengasyikkan

👇Sungguh mengasyikkan

 

Bekasi, 15 Februari 2023

 

43.Ngelangutkan Jiwa

 karya : Endang Ratna Juwita


Semilir angin mendesah lirih

sayup sayup terdengar di telinga

jeritan hati terhampar nyata

menanti impian yang tak teraih

 

Yang tersisa hanya wajahmu

disudut relung hati sanubari

Dan sejumput kisah luka

yang bersemayam di kalbu

 

Wahai hati yang rapuh

kuatkah menanggung lara dikalbu

hanya isak tertahan lirih

dihamparan sajadah jatuh tersungkur

 

Ya ilahi...

Kuatkan hati ini

biar bisa berdiri

diatas kaki lemah ini

 

Kota hujan,

15 Februari 2023


 

44.Semangat

Karya : Sim Chung Wei

 

Meski angan terbuai dalam diksi

keindahan kata tiada akhir

tak lupa mengisi persensi

meski malam ini kelas telah berakhir

 

Jiwaku kini merindu

bertemu, pererat silaturahmi 

satu kelas yang seru

meski malam sudah bersemi

 

Mataku mengajakku rebah

namun semangatku tetap menyala

memberi harapan cerah

untuk menjadi jembatan cakrawala

 

Jakarta,  15 Februari 2023

 

45.Cinta dan Cemburu

Oleh Teguh Wiyono

 

Jangan kau katakan cinta kalau tak ada rindu

Jangan kau katakan rindu kalau tak ada cemburu

Dalam Cinta itu ada rindu

Dalam Rindu itu ada cemburu

 

Cinta ungkapan rasa dalam hati

Rindu wujud cinta dalam kalbu

Jika cintamu tak ada rindu

Boleh jadi cintamu semu

 

Rindu ungkapan rasa, karna tak bertemu

Cemburu, rasa  cinta berbalut rindu 

Dalam cinta itu ada rindu

Dalam rindu itu ada cemburu

 

Tak  usah jengah ungkapkan cinta

Tak perlu malu ungkapkan rindu

Dalam cinta itu ada rindu

Dalam rindu itu ada cemburu

******

 

46.Puisi WS RENDRA.. Dibagikan 

oleh Pak Rusmana

*WS RENDRA*

Lahir di SURAKARTA pada tahun 1935. 

Menjadi mualaf 1970 disaksikan oleh Taufiq Ismail dan Ayip Rosidi. Berganti nama menjadi Wahyu Sulaiman Rendra.

 

Dari ke tiga istrinya  yaitu Sunarti Soewandi, Sitoresmi dan Ken Zuraida  memiliki 11 orang anak.

 

Meninggal di DEPOK pada tahun 2009. 

 

Puisi terakhir WS Rendra 

di buat sesaat sebelum dia wafat, sangat luar biasa kata-katanya. 

 

Hidup itu seperti *UAP*,  yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !! 

Ketika Orang memuji *MILIKKU*,

aku berkata bahwa ini *HANYA TITIPAN* saja.

 

Bahwa mobilku adalah titipan- *NYA,*

Bahwa rumahku adalah titipan- *NYA,*

Bahwa hartaku adalah titipan- *NYA,*

Bahwa putra-putriku hanyalah titipan- *NYA* ...

 

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,

*MENGAPA DIA* menitipkannya kepadaku?

*UNTUK APA DIA* menitipkan semuanya kepadaku.

 

Dan kalau bukan milikku, 

apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik- *NYA* ini?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh- *NYA* ?

 

Malahan ketika diminta kembali,

_kusebut itu_ *MUSIBAH,*

_kusebut itu_ *UJIAN*,

_kusebut itu_ *PETAKA*,

_kusebut itu apa saja ..._

Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah *DERITA*....

 

Ketika aku berdoa, 

kuminta titipan yang cocok dengan

*KEBUTUHAN DUNIAWI*,

_Aku ingin lebih banyak_ *HARTA*,

_Aku ingin lebih banyak_ *MOBIL*,

_Aku ingin lebih banyak_ *RUMAH*,

_Aku ingin lebih banyak_ *POPULARITAS*,

 

_Dan kutolak_ *SAKIT*,

_Kutolak *KEMISKINAN*,_

Seolah semua *DERITA* adalah hukuman bagiku.

 

Seolah *KEADILAN* dan *KASIH-NYA*,  

harus berjalan seperti penyelesaian matematika dan sesuai dengan kehendakku. 

 

Aku rajin beribadah, 

maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,

Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku ...

 

Betapa curangnya aku,

Kuperlakukan *DIA* seolah _Mitra   Dagang_ ku 

dan bukan sebagai *Kekasih !*

 

Kuminta *DIA* membalas _perlakuan baikku_ 

dan menolak keputusan- *NYA* yang tidak sesuai dengan keinginanku ...

 

Padahal setiap hari kuucapkan,

_*"Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU"*_

 

Mulai hari ini, 

ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan 

dan menjadi bijaksana, 

mau menuruti kehendakMU saja ya *ALLAH* ...

 

Sebab aku yakin....

*ENGKAU* akan memberikan anugerah dalam hidupku ...

*KEHENDAKMU*  adalah yang ter *BAIK* bagiku ..

 

Ketika aku ingin hidup *KAYA*, 

aku lupa, 

bahwa *HIDUP* itu sendiri 

adalah sebuah *KEKAYAAN*.

 

Ketika aku berat utk *MEMBERI*,

aku lupa, 

bahwa *SEMUA* yang aku miliki

juga adalah *PEMBERIAN*.

 

Ketika aku ingin jadi yang *TERKUAT*, 

....aku lupa, 

bahwa dalam *KELEMAHAN*,

Tuhan memberikan aku *KEKUATAN*.

 

Ketika aku takut *Rugi*, 

Aku lupa,

bahwa *HIDUPKU* adalah 

sebuah *KEBERUNTUNGAN*,

kerana *AnugerahNYA.*

 

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu *BERSYUKUR* kepada *NYA*

 

Bukan karena hari ini *INDAH* kita *BAHAGIA*. 

Tetapi karena kita *BAHAGIA*,

maka hari ini menjadi *INDAH*.

 

Bukan karena tak ada *RINTANGAN* kita menjadi *OPTIMIS*. 

Tetapi karena kita optimis, *RINTANGAN* akan menjadi tak terasa.

 

Bukan karena *MUDAH* kita *YAKIN BISA*. 

Tetapi karena kita *YAKIN BISA*.!

semuanya menjadi *MUDAH*.

 

Bukan karena semua *BAIK* kita *TERSENYUM*. 

Tetapi karena kita *TERSENYUM*, maka semua menjadi *BAIK*,

 

Tak ada hari yang *MENYULITKAN* kita, kecuali kita *SENDIRI* yang membuat *SULIT*.

 

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar, 

cukuplah menjadi *JALAN SETAPAK* 

yang dapat dilalui orang,

 

Bila kita tidak dapat menjadi matahari, 

cukuplah menjadi *LENTERA* 

yang dapat menerangi sekitar kita,

 

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang, 

maka *BERDOALAH* untuk

kebaikan.

 

_(Dibagikan melalui Chat utk WAG ini, karena sangat bagus untuk bahan renungan dlm kehidupan kita semua. Semoga berkenan)_🙏💞

 

47. Rindu Tak Berujung

By. Rahmawati S

 

Malam begitu sunyi sepi terasa

Gelap gulita tiada rupa

Hampa terasa dunia

Aku teringat sosok ibunda

Terbaring kaku disana

Hanya doa kupanjatkan

Semoga beliau tenang di bawah bunga kamboja

 

Hari demi hari berlalu

Rindu itu tetap menggebu

Tak lekang termakan waktu

Oh ibu kau selalu ada di hatiku

Sampai waktu kelak bertemu

 

Lombok, 15 Februari 2023

 

48. ASA-KU

Karya : Indah Ratna

Dinginnya malam berlapis kabut

Hati membara walau raga membiru

Jangan puas dengan satu ilmu

Bersama Bunda Hasanah jiwa terpadu

 

 

49. Kiamatkah Ini?

Oleh Dewi Indria, S.Si

 

Rintik hujan nimbustratus

Gemuruh gelegar cumulusnimbus

Siklon berputar bergerak menghempas

Elnino datang keringkan bumi kerontang tandus

 

Bumi terguncang gerakkan lempeng divergen

Vulkano bergetar muntahkan lava dan gas beracun

Stunami menerjang bumi terhempaskan

La Nina datang banjir menenggelamkan

 

Apa gerangan yang terjadi?

Apakah kiamat telah datang menghampiri?

Akankah ini hanya sebuah mimpi?

Atau memang kiamat yang datang tak permisi?

 

Manusia merintih memilu sedih

Menangis pilu bermandi peluh

Mencekam raga tak tentu arah

Mengharap pertolongan Maha Pengasih

 

 

 

50. MAAFKAN BAPA, AKU HARUS KATAKAN APA ADANYA

Karya : HR. Utami

 

 

Ketika itu Bapak tahu, aku kelihatan ragu,

Tetapi, bapak terus memaksaku,

Bapak tak menghiraukan aku,

 

Bapak, kuhormati bapak setulus hati,

Meskipun kita jauh berbeda,

Tetapi bapak bukan orang bagiku,

 

Kini semua berantakan,

Kasih tak mungkin bertaut lagi,

Bapak menempuh jalan sendiri,

 

Kenapa Bapak memaksaku,

Padahal Bapak melihatku ragu,

Kulihat sobat bersimbah darah,

Kulihat sebongkah amarah membuncah,

Ketika erangan terakhir menyayat nubari,

Bapak tuntaskan,

Klik. Lampus sudah,

 

O... di manakah serpihan lembut berada,

Segitu murahkah harga sebuah jiwa?

 

Aku diam terpaku,

Tak kuasa menghalau gejolak,

Kuhanya tatap gtubuh tak bergerak,

Peluh bercampur getar,

Menguasai jiwa nan lunglai,

Aku benar-banar tak mengerti,

Kenapa lembut itu tak ada lagi,

Masih, kudengar...

Klik. Dan aku jatuh.

Nanar ....

 

Akhir sebuah Karier,

Ditulis dengan  getir,

 

51. Cinta dan Cemburu

Oleh Teguh Wiyono

 

Jangan kau katakan cinta kalau tak ada rindu

Jangan kau katakan rindu kalau tak ada cemburu

Dalam Cinta itu ada rindu

Dalam Rindu itu ada cemburu

 

Cinta ungkapan rasa dalam hati

Rindu wujud cinta dalam kalbu

Jika cintamu tak ada rindu

Boleh jadi cintamu semu

 

Rindu ungkapan rasa, karna tak bertemu

Cemburu, rasa  cinta berbalut rindu

Dalam cinta itu ada rindu

Dalam rindu itu ada cemburu

 

Tak  usah jengah ungkapkan cinta

Tak perlu malu ungkapkan rindu

Dalam cinta itu ada rindu

Dalam rindu itu ada cemburu


4 komentar:

Tawanan Fatamorgana

Tawanan Fatamorgana Karya : Sim Chung Wei Melayanag dalam khayal melambungkan jiwa penuh warna mahligai hidup dan ajal laksana menuju nirwan...