Belajar Mengerti dan Memahami Orang Lain
Pengalaman pertama saya menjadi seorang kurator penulisan buku antologi, menjadi salah satu pengalaman yang luar biasa. Pengalaman sekaligus pembelajaran seperti belajar teknis seperti Ejaan, penulisan kalimat efektif dan sebaginya.
Selain itu ternyata ada pelajaran sosial komunikasi juga. Salah satnya sabar menunggu nanskah yang dikirim. Terlebih kami semua berkomunikasi melalui media whatapp, sehingga kebanyakan berupa tulisan. Perlu memahami wakt yang tepat untuk mengingatkan, untuk memotivasi dan sebaginya.
satu pengalaman nik yang mungkin tak akan saya lupakan, adalah saat saya memutuskan menutp kuota untuk 20 orang penulis tambah saya sebagai kurator dan penulis menjadi 21 orang. Setelah saya menginformasikan hal tersbut di group, ternyata ada dua orang penulis yang masih ingin bergabung. Ini memang salah satu kesalahan saya, tidak memastikan terlebih dahlu kepada pihak penerbit berpa jmlah naskah ideal dalam sebuah antologi. Namun, akhirnya pihak penerbit menyetujui melanjutkan proses penerbitan buku antologi dengan 23 orang penulis. Proses penyuntingan dan layout serta membuatan cover bukupun sudah berjalan. di pertengahan bulan April 2023.
Namun tanpa ada peringatan sebelumnya pertenganan bulan Mei, ada seorang yang menyatakan dia sudah mengirimkan naskah dan ingin naskahnya diikutsertakan buku antologi yang sedang dalam proses pengenjaan layout. Tentu saya sempat panik, karena sampai pertenganan April setelah saya menginformasikan gi group semua nama penulis, ibu ini tidak mengkonfirmasi bahwa namanya tidak ada,saya pun mencoba mencari mencari naskah milik ibu terebut di percakapan pribadi, di group dan juga di kota surat elektronik. Karena belia mengatakan sudah mengirimnya di group. Karena panik dan tidak menemukan, saya dengan rendah hati meminta ibu tersbut mengirimkan ulang naskahnya.
Bersyukur penerbit mau menambakah naskah beliau di yang sudah masuk proses layout. Dan akhirnya naskah ibu terebut ditambahkan tanpa saya baca denan teliti. Awalnya karena sempat kesal, saya jelaskan mengapa selama waktu kita list penulis naskah, ibu tidak konfirmasi, kalau nama serta judul naskahnya tidak ada pada daftar yang saya bagikan.
Hari ini, setelah saya merasa tenang, dan didorong oleh rasa penasaran, saya coba mencarinya lagi jejak digital yang beliau katakan, akhirnya sya menemkan bahwa beliau mengirimkannya di tanggal 12 Mei 2023, dan memang benar belaiu kirim di group. Padahal dalam ketentuan sudah dituliskan bahwa naskah dikirim ke percakapan pribadi whatapp atau suarat elektronik. Setelah dijelaskan oleh pihak penerbit, bilau hanya bilang bahwa beliau tidak merasa mendapat penjelasan, dan juga pmengatakan buat apa da group whatapp kalau begitu. Kalau mrmang harus setornya ke Kurator, tertibkan dari sekarang, Jangan ada WAG Antologi ini, itu, dsb. Kalau mau disebut Kurator, beri judul WAG: Ko Sim, Kisah Nyata.
Saya hanya bisa meminta maaf dan memaklumi kondisinya, semenara dari awal kita membuat group kan untuk koordinasi, dan ntuk crosschsck bila mana ada kasus naskah terlewat, naskah belum diterima, dan lain sebagainya. seperti halnya kejadiaan ini, jika memang beliau sudah mengirim dan ketika saya umunkan nama semua penulis buku antologi, dan nama serta judul naskah beliau tidak adakan berarti bisa dilakukan penelusuran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar