Cari Blog Ini

Jumat, 23 Juni 2023

Kisah Menarik Seputar Sunat Dewasa

Kisah Menarik Seputar Sunat Dewasa

Dari keisenganku bertanya tentang khitan atau sunat pada rekan-rekan pria non Muslim, dimana dalam agamanya  yang tidak memiliki kewajiban melaksanakannya. Dari hasil bincang-bincang santai ini, saya mendapat berbagai cerita yang cukup menarik, diantaranya :

Pertama ada seorang teman yang mencari dokter khitan untuk renovasi hasil sunat anak pertamanya. Saat itu saya sudah berkenalan dengan seorang tenaga medis yang biasa melakukan operasi khitan. Singkat cerita akhirnya mereka setuju memakan jasa untuk merenovasi hasil khitan anaknya. Namun sebelumnya saya sempat bercanda, "bapaknya ga sekalian disunat nih?" padahal saya juga tidak tahu teman saya itu sudah disunat atau belum. Dan ternyata pada hari pelaksanaan revisi khitan anaknya, teman saya tersebut beneran ikut dikhitan juga. Proses  khitannya dilakukan di rumahnya oleh rekan saya,  sehingga lebih privasi. Jadilah mereka berdua menjalani proses pemotongan bersama di hari tersebut.  Sunatan bersama ayah dan anak, informasi ini saya dapat dari rekan saya yang melaksanakannya sebagai tenaga medis yang sudah berpengalaman.

Ada juga salah satu teman yang akhirnya melakukan khitan menjelang pernikahannya. Kalau tidak salah sekitar 3 bulan sebelum menikah, operasi ini dilakukan atas persetujuan dari calon istrinya, atau lebih tepatnya permintaan dari calon istrinya. Untnglah saat pernikaan luka pasca sunat nya sudah kering.  Sempat saya bertemu beberapa hari setalah dia dikhitan, dia merasa panik karena ada pendarahan, untung saja pendarahannya tidak fatal, sehingga dia dapat lanjut beraktivitas.  Akhirnya dia memasuki jenjang pernikahan dengan bentuk barunya.

Kisah lainnya datang dari seorang suami yang memiliki dua  anak laki-laki yang sudah beranjak remaja. Menurut penuturan sang ayah, adiknya dulu dikhitan karena terjepit relesting jadi sekalian di sunat. Setelah dia memiliki dua orang anak laki-laki ini, dia mulai kepikiran untuk mengkhitan mereka, sekaligus bersama dengan dianya. Maka setelah prosesnya,  jadilah di rumah tersebut ada 3 orang pria yang dikhitan. Jadilah sang Istri merawat tiga orang yang berkhitan di saat bersamaan.

Kisah lebih seru datang dari rekan saya yang saat pandemi kemarin, akhirnya melakukan khitan. Sebelumnya memang dia sudah berniat untuk melakukan khitan, sementara anak laki-lakinya sudah dikhitan sejak bayi. Justru saat pandemi, dia memiliki waktu untuk melakukannya. Karena dia jadi meiliki waktu untuk masa penyembuhan. Hal nekad yang dialakukan adalah dia mengendarai mobil sendiri ke sebuah klinik dan demikian juga setelahnya, dia menyetir mobilnya sendiri untuk pulang. Rekan saya bercerita melalui pesan teks di gawai setelahnya, dimana proses sunat modern saat ini hanya sebentar saja dan rekan saya dapat langsung mengenakan celana, sehingga pulang dari klinik dia dapat mengendarai mobilnya sendiri pulang.

Terakhir ada juga kisah dari sepupuh saya yang saat kelas 5 SD, merencanakan khitan bersama rekan-rekannya. Mereka bertiga melakukan sunat bersama di sebuah klinik. Awalnya memang karena alasan kesehatan, tetapi yang seru adalah ketika hari pelaksanan tiba, mereka menjadi tegang dan akhirnya mereka melakukan undi untuk menentukan siapa yang lebih dahulu disunat. Baik yang pertama maupun yang berikutnya terntu memiliki ketakutan yang berbeda. Akhirnya mereka bertigapun sukses mendapatkan bentuk baru mereka

Berdasarakan beberapa cerita di atas, bagi kaum pria pengalaman ini akan menjadi cerita yang mungkin tak akan terlupakan karena terjadi sekali seumur hidupnya. Dan berpapun umur Anda saat ini, jika memang merasa perlu jangan ragu untuk megambil keputusan melakukan tidakan pemotongan ujung kulit burung Anda. 

 

6 komentar:

  1. seru juga nih kisah.....ada tantangannya tersendiri. dari hanya lamunan menjadi kenyataan memerlukan effort yang ga sedikit. selamat kepada teman dengan "bentuk barunya".

    BalasHapus
  2. Seru juga bacanya Om, pengen sharing juga pengalaman sunat saya si umur 32 😁😁😁😁

    BalasHapus

Tawanan Fatamorgana

Tawanan Fatamorgana Karya : Sim Chung Wei Melayanag dalam khayal melambungkan jiwa penuh warna mahligai hidup dan ajal laksana menuju nirwan...