Cari Blog Ini

Rabu, 02 Agustus 2023

Pemenang Tantangan Menulis Puisi KBMN 29

 

Flayer KBMN gel. 29 pertemuan ke-17. TSO

Menulis puisi, merupakan kegiatan menulis yang kebanyakan lebih melibatkan perasaan, sehingga kara sastar ini menjadi lebih hidup.

Hari ini, 2 Agustus 2023 di Kelas Belajar Menulis Nusantara, para peserta mendapatkan materi tentang penulisan pusis dengan narasumber Ibu  Dr.Hj.E. Hasanah, M.Pd. 

Setelah pemaparan materi, peserta diberi waktu untuk membuat puisi sebagai tantangan dengan hadiah buku kumpulan puisi karya narasumber untk dua orang yang terpilih, dan tanpa diduga puisi yang dihasilkan luar biasa. berikut puisi-puisi tersebut :

GERBONG SATU

Karya : Gutamining Saida

 

G : Gerak langkahku semakin mendekat padaMu

E : Engkau Sang penentu takdir kehidupanku

R : Raih kebahagiaan hakiki impianku

B : Berkumpul di surga bersama kekasihMu

O : Oleh kehendakMu ketetapan hidupku

N : NamaMu terucap bersama desah nafasku

G : Guna tingakatkan iman ibadah padaMu

 

S : Sesuai sariat dan ketentuan dariMu

A : Allah penerima maaf atas khilafku

T : Taubat kutujukan hanya padaMu

U : Usaha dan doa selalu terpanjatkan padaMu

Cepu, Agustus 23

=========================================================

 

SENYUM YANG SAMA

(Lusy Novarianti)

 

Senyummu masih sama

Begitu ucapmu, saat bertemu waktu itu

Pertemuan pertama setelah terpisah sekian lama

Berjalan -jalan menelusuri kenangan tentang kita

Kenangan waktu bercanda tawa di masa remaja kita

Merajut asa bersama untuk mencapai cita

Tanpa kita sadari, hadir pula rasa cinta

Cinta pertama sepasang remaja

Namun takdir tak pernah memihak kita

Kita berpisah tanpa kata pisah

Setelah kutahu hatimu dan kau tahu hatiku

Senyummu masih sama...

Begitu ucapmu saat itu, dengan  tersenyum di bibirmu

Panas terasa menjalar  di wajahku,

Aku bahagia namun merasa  tak berhak bahagia.

Karena ada mereka di antara kita, yang memberikan cintanya, tanpa syarat

=========================================================

  

Kala Senja

Oleh Fifi Triana

 

Saat senja tiba

Lelah ini makin terasa

Hati mulai gelisah

Menanti buah hati yang masih belum tiba

 

Rindu datang tiba-tiba

Tanpa terasa dingin menyapu hati

Hati yang gelisah jadi gembira

Ketika si buah hati datang sambil menari

 

Hati akan berkata

Kenapa gelisah menanti yang tak pasti

Ku coba menata hati

Sambil menari aku bertepuk dalam duka

 

Diam membisu, senja pun menghilang

Matahari terbenam meninggalkan langit

Kurindu sinar mu mentari

Seketika hati juga ikut menghilang

Rindu membara di sela rintisan hati

=================================================== 

 

TENTANG RINDU

By LILYANTI IDRIS

 

Sang surya telah berpulang,

Kembali berotasi ke ufuk barat

Menarik rembulan untuk berjuang

Temani diriku untuk bersinergi

 

Di malam Rabu penuh cinta,

Menulis puisi untuk sahabat,

Walaupun hanya untaian aksara,

Kuberharap rinduku tersampaikan secara utuh

 

Bilakah waktu untuk berdua

Akan kusulam benang rindu

Menjadi untaian kalimat syahdu

Di ujung Cakrawala tempat bertemu

 

 ================================================================

 

 Rindu Semu

Oleh Patonah

 

malam kian larut

Aku termangu dalam diam

Mengingatmu penuh kerinduan

 

Malam semakin dingin

Ku terdiam

Ku layangkan untaian nada nada syahdu

Untukmu seorang

 

Selaksa penuh cinta

Senada dalam damai

Aaah hanya diam

Terpaku menatap bayangmu

Hanya menatap bayangmu

 

Tangerang 02 Agustus 2023

 =========================================================

  

Rindu

 Karya : Iah Sutianah

 waktu kembali

ketika hari hari terus berganti

Mengingat sosok yang ada dalam hati

Tapi akan datang yang kunanti?

 

Duh, bulan yang bergantung

Matahari yang termenung

Bintang yang tenggelam

Malam penuh kelam

 

Aku berdiri menatapmu

Wajah yang sayu

Tak seceria dulu

Ketika aku pergi, doamu menyertaiku

 


Bandung, 2 Agustus 2023

 

 ==========================================================

 

 PESONA ALAM 

 Karya :  Ina Tri


Kala pagi datang menjelang

Fajar hadir membelah pekat

Lantunan tahrim memecah kebisuan

Gema azan berkumandang syahdu

Memanggil umat Muhammad SAW

Sujut pada Rob pencipta jagad 

              

Bukit Baitani tempat aku dilahirkan 

Dalam balutan kasih mesrah

Menyimpan sejuta pesona lukisan alam 

Berbaris rapi  bukit dan lembah

Gunung Ile Boleng tinggi menjulang langit

Langit biru tiada bertiang

Hanya memberi dari suara hati

Bukti kebesaran dan keagungan Allah SWT

Maka nikmat tuhan manakah yang kamu dustakan ? 

 

Tanahnya subur…

Rakyatnya rajin…

Pemimpinnya amanah …

Namun ada anomali di sana …

 

Prilaku ekonomi warga mengundang Tanya

Tindakan ekonomi teramat mubzir

Demi adat dan budaya yang mengakar

 

Para perawan kaki bukit menjadi korban

Para pemuda tampan rupawan menjadi sasaran

Sasaran korban putus sekolah meski sangat cerdas 

 

Kembang desa tak banyak di kenal di bangku kuliah

Tertukar dengan dapur, kasur, dan sumur tanpa bekal ilmu 

Renungkanlah hai kawan seperjuangan

Alumni  86 SD Inpres Weranggere

Akan nasib anak dan sanakmu

 

Batu besar (wato Belen ) saksi abadi

Setiap desah nafas anak-anak negeri

Saat mendaki bukit Baitani

Menyusuri batu-batu jalan itu

Lelah dan teramat lelah setiap hari

Akan terobati bila menatap ke bawah rumahnya

Melihat ibu dan neneknya tersenyum manis melambaikan tangan

Pertanda ucapan selamat belajar

Menuntut ilmu mencapai tangga bahagia

 

Waingapu, 10-05-2023

 ==========================================================

  

Terpana,

Dwi A. Mulatsih

 

Ikan dalam kolam

Terdengar musik melayu

Wahai engkau sang  kemayu

Merona pipi bak pualam

Hati merasa rindu

Pada diri nan kelam

Ku tunggu kau di peraduan

Tuk pengobat hati lara

 ===============================================

  

Hati Yang di Takar

Karya :  Aripa

 

Hai kawan

 Jangan kau batasi

 Jangan terbebani

 Jalani...

 Jalani saja...

 Ikuti alurnya

 Minta ridho Nya

 Jika kau sudah membatasi

 Jika kau sudah terbebani

 Semua yang kau lakukan

 Akan terasa lama....

 Terasa berat. .

 Menyiksa

 Bahkan menyakitkan.

  

 

Cobalah

Cobalah kau besahabat dengan nurani

 Nurani,

 Nurani siapa?

 Nurani mu sendiri...

 Tanyakanlah

 Apa?

 Apa Yang membuat mu lelah

 Apa Yang membuat kerjamu terasa lama

 Apa Yang membuat kau merasa berat

 Sehingga kau akan sakit sendiri.

 Cobalah teman,

 Kita bersahabat dengan hati,

 Profesi bukan kebetulan mampir

 Tapi sudah jalan takdir

 Jangan dianggap beban

 Anggap saja hobi

 Sehingga

 Apa yang engkau kerjakan

 Akan terasa nyaman

 Juga menyenangkan.

 

Jambi, 27 Juli 2023

 

 ================================================================

 

 R I N D U

oleh : Winarno

 

Hari-hari berlalu ..........

Saat kau tak lagi mau menyapaku

Namun begitu, berbagai pose wajahmu 

Selalu muncul di album foto googleku

Mengembalikan ingatanku akan saat bersamamu

Ada senyum di setiap pose mu

 

Kini kamu tak lagi mau menyapa ku

Tak lagi mau menatapku

Sekalipun mungkin juga kamu rindu

Aku tetap menunggu

Senyummu hadir kembali di hadapan ku

 

Terlalu banyak momen kita lalui bersama

Sungguh tak mungkin kulupakan begitu saja

Aku tetap menunggu

Dari hari Minggu hingga hari Sabtu

Sekalipun kita melintasi pintu yang sama

Tak lagi ada canda dan tawa

 

Bandar Lampung, 2 Agustus 2023

================================================================

 

Rasa dan Asa

 Dahrulia

---------------

 

Banyak cerita tentang masa lalu.

Cerita sedih bertukar bahagia.

Cerita bahagia berakhir sedih.

Semua terjalani dengan ikhlas.

 

Berlapang dada menerima kenyataan.

Dengan pikiran tetap tenang.

Berharap tubuh tetap bugar.

Tidak layu ataupun rapuh.

 

Berkunci ikhlas dan ridho

Dengan takdir yang terjalani.

Melawan sedih dengan berusaha mencari bahagia.

Bahagia melihat sahabat bertakdir bahagia.

Bahagia melihat  sekeliling sahabat bahagia.

 

Ikhlas sabar tapi tidak pasrah.

Berjuang untuk bahagia.

Sedikit pun disyukuri.

Berharap dan bergantung pada Illahi memberkati.

 

Berharap Illahi meridhoi  jalan yang terlalui.

Berharap hari selanjutnya

Menemukan bahagia.

Bahagia hakiki lahir batin.

Hati yang bening ikhlas menyerta.

 

Jakarta, 2 Agustus 2023

 ==============================================================

  

Cinta Anak

Oleh : Sutarmi

C ara unik aktualisasi diri

I ndah berseri bulan purnama malam hari

 N ah, apa yang sedang kau cari?

 T iada bahagia di tempat lain

A ntara aku dan kau ada dia sumber bahagia sejati

A kan halnya anugerah terindah

N anda putra putri harta karunku bak emas murni intan berlian

 A man dalam pelukanku namun lebih aman dalam tuntunan Tuhan dan dekapan Bunda Maria

K asih karunia Allah ada padamu dalam setiap langkah hidupmu Senandung Aksara

 

Tanjung Harapan,

 

===============================================================

 

DUNIA  KITA  KBMN

Oleh: Emmi Suhaimi


Diatas cakrawala kita berjabat tangan

Diatas  Udara kita menimbah ilmu

Lewat pawana kitapun berbagi

Diangkasa kitapun memeluk mimpi


Lewat bisikkan malam kita penuhi  janji

Merangkaikan kata-kata menjadi resume

Kita bersenandung lagu kehidupan

Layarkan senyum diatas langit


Kita tebarkan aroma bunga dikeheningan sunyi

Ada kedamaian yang terlukis diantara kita

Mari kita rangkul Karena ini dunia kita

Semesta tanpa batas. =================================================================


Dan yang menjadi puisi pilihan pada tantangan malam ini adalah :

1. R I N D U karya : Winarno, Bandar Lampung

2. SENYUM YANG SAMA, Karya : Lusy Novarianti, Karawang  




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tawanan Fatamorgana

Tawanan Fatamorgana Karya : Sim Chung Wei Melayanag dalam khayal melambungkan jiwa penuh warna mahligai hidup dan ajal laksana menuju nirwan...