Hari Minggu, 12 Januari 2025, sekitar pukul 10 pagi, kami berangkat menuju daerah Jakarta Selatan tepatnya ke gedung Pakuwon Tower, untuk mengikuti ibadah di GKKD (Gereja Kristen Kemah Daud) Jakarta Senter. Saat kami sampai sekitar jam 11 siang, kami tidak lansung menuju tempat ibadah, karena ibadah Raya pertama sudah berlangsung, sehingga kami memutuskan untuk makan dan menungguh hingga ibadah raya yang kedua yaitu pukul 12 siang.
Saat makan siang, istri baru menyadari bahwa Smartphone nya tertinggal. Saya coba lakukan panggilan untuk memastikan, dan masih aktif, berati memang tertinggal.
Biasanya setelah ibadah kami hangout di kedai kopi, berbeda dengan hari itu. Setelah selesai ibadah, kami memutuskan untuk pulang mengambil smartphone istri, dan melanjutkan hangout di mall dekat dengan tempat tinggal kami.
Dalam perjalanan pulang ternyata motor kami mogok, dan sama sekali tidak bisa dihidupkan kembali. Beruntung saat motor kami mogok di daerah dekat dengan bengkel motor milik koh Abun, rekan kami beribadah di GKKD Jakarta. Meski cukup lelah dan kesal juga menghadapi kondisi ini, akhirnya motor kami dapat diperbaiki. Dan sumber masalahnya ada pada busi motornya.
![]() |
| kondisi motor saat diperbaiki-dokpri |
Saat motor diperbaiki, tak lupa kami
mengirimkan pesan kepada teman kami yang kemungkinan besar sudah sampai di mall
yang kami tuju. Agar dia tidak kuatir dan paham
dengan alasan keterlambatan kami. Sempat juga saya merasa tidak enak hati karena
secara tidak langsung kami yang meminta pindah tempat, dan kami memang berencana untuk mengambil smartphone istri yang tertinggal sebelm ke mall tersebut.
Setelah hari malam, kamipun pulang. Sebelum tidur kami berdua berbincang tentang kejadian hari ini. Dari hasil perbincangan kami ini, ternyata ketinggalan yang terjadi membawa hikmah bagi kami. Bayangkan jika kami pulang setelah kami hangout di mall dekat gereja, dan motor kami mogok, sementara bengkel sudah tutup dan jarak masih jauh menuju rumah. sulit terbayangkan, ditambah kami membawa anak dengan keistimewaannya.
Demikian juga dalam kehidupan terkadang kita melihatnya sebagai suatu musibah, tetapi sebenarnya kita dihindarkan dari sesuatu yang lebih berbahaya, dan pada akhirnya mendatangkan kebaikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar