Berjuang Melampaui Batas
Karya : Sim Chung Wei
Di batas senja aku melangkah,
berharap menemukan jalan keluar
meski jalan sempit, tak kunjung cerah.
melangkah bersama luka dan memar
Tangan lelah meraih cahaya,
namun harapan tak pernah sirna.
sekuat tenaga menggapai cahaya
tetapi belm juga terlaksana
Dedaunan gugur diterpa angin,
menggores hati yang terluka,
namun akar tetap menguat di dingin.
tetap bermimpi meski terlunta.
Angin yang dapat berubah jadi badai
mengoyak semangat hingga pudar
jiwa terhimpit lemas terkulai
ternyata dalam gelap harapan berpendar
Api kecil pembangkit semangat
menyala membakar jiwa
hingga membara sangat
memenuhi asa jiwa
Maka biarlah badai mengamuk liar
aku tetap tegak, walau terbatas
Karena harapan adalah api besar
yang membuatku menerobos batas
Jakarta, 13 Februari 2025
Seorang guru biasa yang mencoba memberikan kontribusi bagi sesama. Menebar kebaikan , berbagi pengalaman dan rasa
Cari Blog Ini
Kamis, 13 Februari 2025
Berjuang Melampaui Batas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tawanan Fatamorgana
Tawanan Fatamorgana Karya : Sim Chung Wei Melayanag dalam khayal melambungkan jiwa penuh warna mahligai hidup dan ajal laksana menuju nirwan...
-
Sering kali proses Khitan atau sunat dihubungkan dengan kewajiaban seorang pria muslim atau saat proses seseorang menjadi muslim (mualaf). ...
-
Akhirnya KTP saya sebagai Guru Terbit Sebagai seorang guru di Indonesia, sepertinya belum lengkap jika belum memiliki NUPTK (Nomer Unik P...
-
Pertemuan kedua, 20 Mei 2022 Writting is My Passion flayer kegiatan Pelatiahn menulis pertemua ke-2 narasmber : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. m...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar