Luka yang Kubawa Berlari
Karya : Sim Chung Wei
Luka ini tak pernah sembuh
melekat di tiap langkah,
menjelma dalam bayangan
di senja yang basah,
mengendap dalam sunyi yang resah
Berlari dengan sekuat jiwa
meninggalkan jejak di jalan sepi,
tapi luka tetap melekat
menyelinap dalam desir nafasku
menyesakkan dada
Aku bertanya pada angin,
mampukah ia menerbangkan perih?
aku memohon pada hujan,
mampukah ia meluruhkan kenangan?
membawa pergi semua luka lama
Namun luka telah bersatu dalam jiwa
bersemayam di dada yang tak kunung reda
hingga suatu saat aku sadar
bukan luka yang harus berlari,
tapi aku yang harus berdamai.
Jakarta, 6 Februari 2025
Seorang guru biasa yang mencoba memberikan kontribusi bagi sesama. Menebar kebaikan , berbagi pengalaman dan rasa
Cari Blog Ini
Sabtu, 15 Februari 2025
Luka yang Kubawa Berlari
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tawanan Fatamorgana
Tawanan Fatamorgana Karya : Sim Chung Wei Melayanag dalam khayal melambungkan jiwa penuh warna mahligai hidup dan ajal laksana menuju nirwan...
-
Sering kali proses Khitan atau sunat dihubungkan dengan kewajiaban seorang pria muslim atau saat proses seseorang menjadi muslim (mualaf). ...
-
Akhirnya KTP saya sebagai Guru Terbit Sebagai seorang guru di Indonesia, sepertinya belum lengkap jika belum memiliki NUPTK (Nomer Unik P...
-
Pertemuan kedua, 20 Mei 2022 Writting is My Passion flayer kegiatan Pelatiahn menulis pertemua ke-2 narasmber : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. m...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar