Surat Cinta Untuk Gadisku
Hallo sayang, gads kecilku yang cantik. Usiamu kini sudah delapan tahun, sebentar lagi sembilan tahun. Tapi banyak hal yang belum bisa kamu lakukan sendiri. Sekarang kamu sudah tumbuh seperti seorang gadis kecil, tetapi kemapuanmu masih seperti bayi.
Papah berharap suatu hari nanti kamu dapat membaca surat ini. Keterbatasanmu saat ini semoga dapat kamu kalahkan, kekuranganmu dapat kamu kendalikan, sehingga kamu menjadi pemenang menghadapi kerasnya kehidupan dunia.
Semua terjadi, bukan salahmu, semua terjadi karena kehendak Tuhan, kemampuan yang seharusnya berkembang sudah direnggut oleh penyakit bernama meningitis saat kamu berusia 6 bulan. Setelah itu terjadi, dan kamu menunjukan ketangguhanmu melewati masa kritis. Kamu didiagnosis mengalami Cerebral Palsy, sehingga kamu menjadi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Seolah langit runtuh, masa depan gelap, saat vonis dokter sampai ditelinga kami. Jauh dari bayangan yang ingin papah jalani bersamamu, bermain bersama, berbincang bersama di sebuah cafe shop di akhir pekan. atau sekedar berjalan-jalan berdua di taman.
Suatu saat mimpi akan kebersamaan kita dalam versi yang lebih baik dapat segera terwujud. Kami membawamu ke Sekolah Luar biasa (SLB) dengan harapan yang sangat besar untuk kamu dapat mendiri.
Perjuangan memang lelah, kamu yang harus kami bangunkan pagi demi untuk bisa berangkat ke sekolah dengan bus sekolah khusus disabilitas yang menunggumu pukul 5.30 pagi. Dimana Sebagian besar anak sekolah seusimu masih tidur berselimut mimpi.
Keyakinan papah dan mamah, Tuhan melihat usaha kita dan segera mewujudkan apa yang papah dan mamah ingin lihat darimu. Kehidupan bebas mandiri tidak tergantung pada alat bantu gerak, lancar berkomunikasi, dan bernalar dengan baik.
Peluk hangat penuh kasih
Sim Chung Wei
Tuhan sayang dengan hamba-Nya. Putri Koh Sim yang mendpat cinta kasih Tuhan dalam bentuk lain semoga mampu melewati hari-harinya dengan bahagia. Papah dan Mamah yang sangat menyayangi akan menjadi pendamping dan pendorong menuju kemandirian, kelak. Tetap semangat, papah, mamah, dan sang Puteri.
BalasHapusTerima kasih Pak DSus. Tuhan memberkati bapak dan keluarga
Hapus