Cari Blog Ini

Kamis, 04 September 2025

 

Pengalaman Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus

Pengalaman mendaftarkan sekolah untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) menjadi pengalaman tersendiri bagi kami. Pengalaman unik yang mungkin tidak semua orang dapat membayangkannya apalagi merasaknnya.

Tahun Ajaran 2025-2026 menjadi tahun pertama untuk anak kami bersekolah. Meski saat ini sudah berusia 8 tahun menjelang 9 tahun, kami baru mendaftarkannya untuk bersekolah di sekolah formal.

Bukan kami tidak mementingkan Pendidikan, tetapi banyak pertimbangan yang membuat kami untuk berpikir. Membuat keputusan mendaftarkan anak untuk sekolah bukanlah tanpa pertimbangkan.   Salah satu pertimbangan selain biaya adalah jarak, kami yang tinggal saat ini di daerah Jakarta Utara, dan sekolah yang bisa mengakomodir kebutuhan anak kami ada di daerah Jakarta Selatan.


Bersyukur, sejak tahun lalu, kami mendapat informasi bahwa perprov DKI Jakarta menyediakan Bus sekolah khusus yang mengantarkan anak-anak seperti anak kami menuju sekolah yang berada di bawah naungan YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) yanng memiliki SLB-D. Bus ini dilengkapi dengan semacam lift dibagian pintu tengahnya yang memudahkan untuk membawa anak-anak yang masih memerlukan bantuan kursi roda dalam geraknya. 

 

Bus Sekolah Gratis Khusus untuk penyandang disabilitas-dokpri

 

Dengan adanya bus sekolah ini, kami sangat membantu transportasi anak kami menuju sekolah, selain memang transportasi umum di Jakarta masih kurang nyaman bagi penderita disabilitas. Meski kapasitasnya masih terbatas, tetapi untuk saat ini masih dirasakan cukup membantu memfasilitasi anak-anak dengan keterbatasan gerak untuk bersekolah.

Bus yang ada saat ini memang dikususkan untuk para anak dengan keterbatasan gerak (tuna Daksa) yang bersekolah di SLB_D. Adapun  pengelompokan Sekolah Luar Biasa (SLB) berdasarkan laman situs Ditjen Vokasi Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus.

1. SLB-A merupakan SLB yang khusus untuk penyandang tunanetra. Tunanetra sendiri merupakan kondisi seseorang mengalami hambatan dan keterbatasan dalam indera penglihatannya.


2. SLB-B khusus ditujukan untuk penyandang tunarungu. Pembelajaran di sekolah ini ditujukan bagi penyandang tunarungu agar dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan bagaimana membaca gerakan bibir lawan bicaranya.

3. SLB-C khusus ditujukan untuk penyandang tunagrahita. Tunagrahita sendiri merupakan kondisi keterbelakangan mental atau sering disebut juga sebagai retardasi mental, di mana IQ penyandang tunagrahita biasanya berada di bawah rata-rata.

4. SLB-D khusus ditujukan untuk penyandang tunadaksa, yakni mereka yang mengalami gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan struktur tubuh yang bersifat bawaan, kecelakaan, atau kondisi lainnya.

5. SLB-E khusus ditujukan untuk penyandang tunalaras. Tunalaras merupakan kondisi seseorang anak mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dirinya dan bertingkah laku kurang sesuai dengan aturan.

6. SLB-G hadir untuk penyandang tunaganda. Tunaganda merupakan kondisi seseorang yang memiliki dua atau lebih kelainan pada dirinya misalnya tunanetra sekaligus tunarungu, tunanetra sekaligus tunalaras, dan lain sebagainya

Anak kami yang terkena meningitis (infeksi selaput otak) membuatnya mengalami Cerebral Palsy. Dengan kondisinya seperti ini membuat sulit mengkoordinasikan gerak badannya, berkomunikasi dan semua kemampuan asarnya terhambat, karena infeksi pada salaput otak yang pernah dia alami saat berusia 6 bulan.

Berdasarkan keterbatasan yang dialami putri kami, dan berkonsultasi dengan berbagai pihak, akirnya kami mendaftarkanya ke SLB-D. Di Bawah naungan Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC), putri kami diterima sebagai murid TKLB-A.

Tingkat TK ini memang dipersiapkan untuk membiasakan murid ABK untuk menyesuaikan diri dan mempersiapkan merka untuk lanjut di SDLB.

Mata pelajaran yang dilaksanakanpun berbeda dari TK pada umumnya.

Jadwal Pelajaran TKLB SLB-D 2025/2025 

 

Mereka lebih difokuskan untuk mempersipkan diri untuk mandiri, mengoptimalkan sensorik, mengatur sosial-emosional,  dan menyesuaikan dalam pembelajaran. Jika dilihat secara langsung memang seperti usaha menjaring angin, tetapi setiap orang tua terntu memiliki harapan tersendiri untuk  buat hatinya, bagaimanapun kondisi mereka sat ini. 

Sedikit pengalaman ini semoga dapat memperluas wawasan dan memberikan gambaran bagaimana para orang tua dan juga ABK berjuang menghadapi tantangan kehidupan etiap hari mencari harpaan untuk hidup yang lebih baik.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tawanan Fatamorgana

Tawanan Fatamorgana Karya : Sim Chung Wei Melayanag dalam khayal melambungkan jiwa penuh warna mahligai hidup dan ajal laksana menuju nirwan...