Pejuang Tangguh
Karya : Sim Chung Wei
Kutabur keringatku dari pagi
hingga siang peluhku bercucuran
berusaha memanennya malam hari
memenuhi lumbun pengharapan
Waktu menjadi penentu
Ketekunan di setiap Langkah
disiram doa tanpa kata
ditopang tualng punggung
Berharap keringat jadi buah
dalam sebuah pengharapan besar
terus berjuang untuk kehidupan
tetesan darah menjadi warisan
Perjuangan menembus badai
lewati gunung dan lembah
lelah menjadi penanda rehat
untuk menghela napas, dan berjuang lagi
Jakarta, 19 Januari 2026
Versi Youtube : Puisi Pejuang Tangguh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar