Cari Blog Ini

Kamis, 13 Oktober 2022

Teman kala Hujan

flayer kamis menulis komunitas lagerunal


Teman kala Hujan

Karya : Sim Chung Wei


Hujan yang turun

bersama kilatan petir

membasahi bagian atas daun

ku berharap segera berakhir


Ditemani kopi hitam panas

yang uapnya mengepul bebas

uap putih mengibas

melayang tanpa batas


Bersama ubi cilembu

pengobat rasa rindu

yang kudapat dari muridku

rasa manis seperti madu


Teringat kampung halaman

yang lama belum ku kunjungi

menyimpan masa kecil berkesan

yang tak dapat ku ulang lagi



Jakarta, 13 Oktober 2022


4 komentar:

  1. Puisi yang Indah. Membayangkan minum kopi panas dan goreng pisang, hahhaha

    BalasHapus
  2. Wah kita satu frekuensi. Menikmati hujan dengan yang hangat. Memang mantap.

    BalasHapus
  3. Keren...berbagi puisi . Air hujan sangat didambakan oleh makhluk hidup

    BalasHapus

Tawanan Fatamorgana

Tawanan Fatamorgana Karya : Sim Chung Wei Melayanag dalam khayal melambungkan jiwa penuh warna mahligai hidup dan ajal laksana menuju nirwan...