![]() |
| flayer kamis menulis Lagerunal |
Sudah lebih dari 11 tahun saya berprofesi sebagai guru, meski pendidikan akhir saya bkanlah dari jurusan keguruan atau ilmu pendidikan. Setelah lulus SMA saya melanjutkan pendidikan di Jurusan Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, untuk mengejar cita-cita saya sejak duduk di bangku sekolah Dasar. Entah dari mana awalnya saya kurang begitu ingat, cita-cita saya saat di Sekolah Dasar adalah menjadi seorang insinyur Pertanian. Dan Akirnya terwujud meski saat saya lulus gelar nya telah berganti menjadi Sarjana Pertanian.
Sungguh tidak terbayangkan sebelumnya, saya akhirnya bisa menjadi seorang guru di sekolah formal sejak tahun 2010, yang sebelumnya tanpa arah tujuan mengajar demi memenuhi kebutuhan hidup di bimbingan belajar sekitar 3 tahun.
Profesi yang tidak bisa dikatakan mudah, meskipun ketika bercanda saya menyatakan bahwa jadi guru itu enak dalam satu tahun kerjanya hanya 11 bulan, gajinya 13 bulan (12 bulan +1 bulan THR). latar belakang akhirnya saya memutuskan menjadi guru karena pada saat kuliah tingkat akhir, saya pernah menjadi assisten di laboratorium kampus selama 2 semester, membantu dosen dalam membimbing adik-adik mahasiswa dalam memahami materi praktium. Selain itu, saya juga pernah menambah uang saku dengan cara menjadi guru les matematika. Mungkin dari dua pengalaman ini, kemampuan mengajar saya jadi terlatih, sehingga mendorong saya untuk menjadi dosen. Namn karena beberapa hal akhirnya saya mengubr keinginan saya menjadi dosen, dan jalan yang dipertemukan dengan saya adaalh menjadi guru di sekolah.
Salah satu motivasi yang terus memberikan gairah saya dalam mengajar adalah melihat para peserta didik bertumbuh, yang memberikan kebahagian tersendiri. Melihat mereka mengapai cita-cita dan mimpi mereka, seolah sayapun merasakan kebahagiaannya mereka. Hal ini menjadi hadiah dan makanan bagi jiwa saya untuk terus berkembang dan belajar. Sungguh, suatu hadiah yang tidak dapat dinilai dengan materi dan diganti apapun.
Insan-insan muda ini yang kelak akan menjadi penerus bangsa, lahir dari tangan, pemikiran dan kerja keras para guru di seluruh Indonesia. Namun sangat ironis jika dibayangkan, saya sebagai guru swasta di DKI Jakarta saja sulit mendapatkan NUPTK, apalagi para guru di daerah pedalaman Indonesia. Semoga dengan adanya RUU Sisdiknas yang baru, diharapkan pemerataan kesejahteraan para guru di Indonesia lebih terjamin dan merata. Sehingga semangat kerja para guru juga meningat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Dan pada Peringatan Hari Guru 25 November 2022 ini, dapat menjadi momentum perbaikian kesejahteraan guru, bukan hanya sekedar peringatan dan kemudian dilupakan.

Luar Biasa pak... Salam satu pena
BalasHapusTerima kasih... salam Literasi
HapusSelamat Hari Guru, Pak Guru
BalasHapusSemoga NUPTK segera didapat
Amin, terim kasih
HapusSelamat hari guru Koko
BalasHapusTerima kasih
HapusSelamat Hari Guru Koh... Semoga tambah semangat dalam mengantar anak menjemput cita-cita
BalasHapusSelamat hari gru juga Mister Beje...... yes... semangat
HapusSelamat Hari Guru Nasional, Koh. Semangat mengantarkan anak-anak menggapai cita-cita.
BalasHapusSelamat hari Guru Bu Suyati. Semangat
Hapus