Cari Blog Ini

Kamis, 17 November 2022

Lika-liku Nasib Guru

 

Flayer Kamis Menulis komunitas Lagerunal


coinpayu

Menjadi seorang tenaga pengajar atau guru, awalnya bukan menjadi impian saya, dan dikeluarga saya tidak ada yang menjadi guru. Cita-cita saya saat di Sekolah Dasar adalah menjadi seorang insinyur Pertanian. Sungguh tidak terbayangkan sebelumnya, saya akhirnya bisa menjadi seorang guru di sekolah formal sejak tahun 2010. Sebelumnya sempat mengajar di bimbingan belajar sekitar 3 tahun.

Tugas mengajar dan mendidik itu bukanlah suatu hal yang bisa dibilang mudah. Banyak tantangan dan kesulitan yang harus dihadapi. Terlebih bagi saya yang latar belakang pendidikannya bukan dari jurusan kependidikan, yang tidak memiliki teori mengajar. Kemampuan mengajar saya dapatkan  dari pengalaman-pengalaman yang saya selama menjadi assisten dosen dan mengajar di Bimbingan Belajar.  Saya terkadang teringat pada guru-guru saya, mereka juga sudah berjerih lelah memeberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak didiknya termasuk saya.

Teringat juga dengan nasib mereka, para guru yang telah menjadi teladan bagi saya. Mereka yang hidup dalam kesederhanaan. Apalagi pada masa sebelum tahun 2000 an, kesejahteran guru di kota kecil sperti tempat saya mengenyam pendidikan dasar sampai SMA, belum terlalu diperhatikan.

Jika teringat itu, hati ini menjadi haru biru, karena saya pun sempat mengalami pengalaman seperti itu, saat awal-awal merintis menjadi guru.

Meski sekarang nasib para guru sudah lebih baik, namun belum bisa dikatakan semua masalah kesejahteraan guru selesai. Masih ada beberapa "PR" pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan para guru, sebagai profesi yang essesial dalam mewjudkan pembangunan bangsa. 

12 komentar:

  1. Keren...berbagi cerita. Nikmati saja Krn kita seorang guru . Walaupun bukan panggil jiwa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu, dinikmati dan dijalani, lakkan yang terbaik.

      Hapus
  2. Guru adalah profesi terhebat di dunia

    BalasHapus
  3. Pak Kokoh semangat mengajar ya..biar pahalanya numpuk

    BalasHapus
  4. pak sim mantap luar biasa--terusm baca n nulis-- nanti makin kaya ilmu

    BalasHapus
  5. Sama persis seperti saya, awalnya menjadi guru bukan cita-cita. Namun, tahun 2013 hingga sekarang profesi ini yang membuat saya bahagia.
    Sehat terus Pak Sim
    Salam Kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat Pak Indra. Salam kenbal dan salam Literasi

      Hapus

Tawanan Fatamorgana

Tawanan Fatamorgana Karya : Sim Chung Wei Melayanag dalam khayal melambungkan jiwa penuh warna mahligai hidup dan ajal laksana menuju nirwan...