Kehampaan
Karya : Sim Chung WeiRelativitas ruang waktu
dimana detik tidak berarti
realita yang ternyata semu
tak ada masa untuk berhenti
Seperti roda tak berujung
siklus yang tak bertepi
hening, diam dalam sebuah relung
sunyi dalam kelam yang sepi
Kegelapan pekat mencekam
menghapus semua harapan
menbungkam jiwa dalam diam
seolah tak ada masa depan
Dalam gelap yang menekan
tak memberi ruang untuk bergerak
menghimpit hingga menyesakkan
meski jantung yang terus berdetak
Jakarta, 5 Januari 2024
Kehampaan segera berlalu. Optimis, Pak Penulis.
BalasHapusSiap PAk DSus, dari hampa akan diisi lagi dengan ide2 baru
HapusPesannya sampai ke dalam hati...
BalasHapus(Note: ada beberapa typo Pak... heheheh, :))
siap terima kasih masukkannya
HapusWow, puisi yg indah, menggugah rasa..
BalasHapusTerima kasih Bunda
HapusSalam Literasi