Sampai Batas Akhir
karya: Sim Chung Wei
Aku berjalan menyusuri jalan terjal,
Keringat menetes, luka menggores,
semak belukar merintanggi dengan nakal
namun tekadku tak bisa terhempas.
Tanpa ragu, tanpa menengok ke belakang.
berjalan melampai batas diri
ada semangat yang mengalur riang
memompa diri untuk berlari
Meski langkah semakin berat,
dan napas tersengal di ujung batas,
aku akan terus melaju kuat
hingga perjuangan terasa keras
Jika esok menjadi sebuah akhir
biarlah perjuangan menjadi saksi
Bahwa aku pernah berdiri sendiri
dan tak menyerah hingga detik terakhir.
Jakarta, 15 Februari 2025
Seorang guru biasa yang mencoba memberikan kontribusi bagi sesama. Menebar kebaikan , berbagi pengalaman dan rasa
Cari Blog Ini
Rabu, 19 Februari 2025
Sampai Batas Akhir
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tawanan Fatamorgana
Tawanan Fatamorgana Karya : Sim Chung Wei Melayanag dalam khayal melambungkan jiwa penuh warna mahligai hidup dan ajal laksana menuju nirwan...
-
Sering kali proses Khitan atau sunat dihubungkan dengan kewajiaban seorang pria muslim atau saat proses seseorang menjadi muslim (mualaf). ...
-
Akhirnya KTP saya sebagai Guru Terbit Sebagai seorang guru di Indonesia, sepertinya belum lengkap jika belum memiliki NUPTK (Nomer Unik P...
-
Pertemuan kedua, 20 Mei 2022 Writting is My Passion flayer kegiatan Pelatiahn menulis pertemua ke-2 narasmber : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. m...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar