Puasa
Karya : Sim Chung Wei
Saat fajar menyapa lembut
kubersihkan hati, kusucikan pikir,
menahan lapar, menahan dahaga,
bukan sekadar raga, tapi juga jiwa.
Puasa sejati bukan hanya perut,
tapi juga lidah dari dusta yang cela,
mata terjaga dari pandangan nista,
telinga menolak bisik dosa.
Bukan sekadar menahan rasa,
tapi belajar ikhlas dalam derita,
meningkatkan empati bagi sesama
menyulam sabar di tiap doa,
Saat senja turun perlahan,
bukan hanya berbuka yang kurindukan,
tapi hati yang lebih terang,
jiwa yang lebih lapang,
menuju fitrah nan tenang.
Jakarta, 6 Maret 2025
Seorang guru biasa yang mencoba memberikan kontribusi bagi sesama. Menebar kebaikan , berbagi pengalaman dan rasa
Cari Blog Ini
Sabtu, 15 Maret 2025
Puasa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tawanan Fatamorgana
Tawanan Fatamorgana Karya : Sim Chung Wei Melayanag dalam khayal melambungkan jiwa penuh warna mahligai hidup dan ajal laksana menuju nirwan...
-
Sering kali proses Khitan atau sunat dihubungkan dengan kewajiaban seorang pria muslim atau saat proses seseorang menjadi muslim (mualaf). ...
-
Akhirnya KTP saya sebagai Guru Terbit Sebagai seorang guru di Indonesia, sepertinya belum lengkap jika belum memiliki NUPTK (Nomer Unik P...
-
Pertemuan kedua, 20 Mei 2022 Writting is My Passion flayer kegiatan Pelatiahn menulis pertemua ke-2 narasmber : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. m...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar