Cari Blog Ini

Minggu, 19 April 2026

Terjebak Hujan di Halte Bundaran Hotel Indonesia

Terjebak Hujan di Halte Bundaran Hotel Indonesia

Rabu, 25 Maret 2026, kami berencana ke daerah pusat kota, tepatnya Bundaran Hotel Indonesia (HI), dengan tujuan untuk menanyakan kartu Transjakarta untuk difabel. Pada awal kami memutuskan untuk ke sana, hati kami merasa ragu karena melihat cuaca yang tidak menentu. Tetapi, selagi bisa karena saat ini adalah masa liburan sekolah dalam rangka Hari Raya Idul Fitri, kami pun melaju dengan mengendarai sepeda motor.

Ketika berpergian seperti ini, memang kami terlihat seperti hendak bertamasya. Di stang kiri tergantung tas  berisi makanan, minuman, mainan, dan beberapa perlengkapan anak kami. Di antara saya dan stang motor ada tempat untuk kursi roda yang dilipat, tak lupa dikaitkan dengan tali pengaman pada kedua sisi spion di stang motor. Saya sebagai pengemudi membawa tas ransel yang saya gendong menghadap ke depan. Bagian tengah tempat duduk untuk si cantik putri kami dan di belakang untuk istri tercinta. Jadi putri kami duduk di antara kami.

Kami tiba di sekitaran Bundara Hotel HI, memang sudah menjelang sore. Karena sudah lama tidak pernah ke daerah tersebut, kami pun sedikit kebingungan untuk mencari tempat parkir motor. Di saat kebingungan ini, kami melihat dua orang petugas keamanan yang berjaga di luar sebuah gedung. Setelah menepikan motor, kamipun bertanya kepada petugas keamanan yang kebetulan sedang berjaga di trotoar. Dengan baik hati, dia mengarahkan kami tentang cara mencapai Halte HI dan juga tempat parkir motor terdekat.  

Singkat cerita, kami sampai di halte Bundara HI dan mencari petugas untuk menanyakan perihal kartu yang kami maksud. Ternyata menurut keterangan dari petugas, kami  hanya bisa menanyakan status kartu tersebut dan belum bisa mencetaknya, dan itu pun hanya di Halte MONAS.

Dari informasi ini, kami pun berdiskusi sebentar untuk memutuskan akan ke halte Monas atau naik ke lantai dua Halte Bundara HI yang sedang naik daun menjadi salah satu tempat foto di Jakarta.
Setelah naik dengan menggunakan lift, kami melihat dan akhirnya tergoda untuk berfoto di titik foto tersebut. Karena hari libur, antrean menuju titik foto tersebut cukup ramai.

Saat mengantre, terlihat juga beberapa turis mancanegara yang berfoto di lantai dua halte Bundara HI. Ternyata mereka pun menyukai tempat-tempat estetik dan juga bagi mereka mungkin ini kesempatan yang langka.

Saat kami mengantre, langit Jakarta berubah menjadi mendung dan titik-titik air hujan mulai turun. Bersamaan dengan hujan yang tambah deras, antrean perlahan bubar, termasuk kami. Kami memilih berteduh di salah satu kedai kopi. Di kedai tersebut, anak kami makan, saya minum kopi panas sambil membaca buku.

Setelah hujan reda, kami kembali untuk berfoto, dan akhirnya kami pun memiliki foto dengan latar patung Selamat Datang yang menjadi ikon Bundaran HI, dan akhirnya terjadi "mini piknik".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tawanan Fatamorgana

Tawanan Fatamorgana Karya : Sim Chung Wei Melayanag dalam khayal melambungkan jiwa penuh warna mahligai hidup dan ajal laksana menuju nirwan...