Moderator Pertemuan keenam KBMN 34 : Rambu-rambu Penggunaan AI dalam Menulis
Flayer KBMN34, pertemuan keenam (Sumber : TSO)
Hari
yang ditunggu akhirnya tiba juga , Jumat 1 Mei 2026, hari di mana saya
dipercaya untuk menemani narasumber dalam menyampaikan materi di kelas
Belajar Menulis Nusantara (KBMN) gelombang 34, pada pertemuan ke-6.
Setelah percakapan lewat telepon beberapa hari lalu dengan Pak Dedi.
Kesempatan
ini, merupakan kali keempata atau kelima saya diberi kepercayaan
mendapingi Pak dedi Dwitagama sebagai moderator di KBMN.
Untuk
tema kali ini, memang berbeda dengan beberapa gelombang sebelumnya, kali
ini materinya tentang "Rambu-rabu Penggunaan AI dalam menulis". Tiga
pulu menit menjelang pukul tujuh malam Waktu Indonesia Bagian Barat,
saya mencoba menghubungi beliau lewat pesan singkat, tetapi tidak ada
balasan. Saat itu saya masih berpikir positif, bahwa beliau mungkin
masih mengurus hal lain.
Kalau untuk materi, sehari sebelumnya
beliau sudah membagikan slide presentasinya melalui tautan berikut : Presentasi Rambu-Rambu Penggunaan AI dalam Menulis
Tetapi hingga, saya membuka
kelas, pak Dedi tidak kunjung memberikan resepon, hingga akhirnya saya
memberikan dahulu quis kepada peserta untuk mencari informasi tentang
narasumber kita, yaitu Pak Dedi Dwitagama dengan menggunakan AI.
Saat
kuis berlangsung, saya baru mendapatkan respon dari Pak Dedi, saya
memang sudah tau bahwa Pak Dedi ingat, tetapi tetap saja ada rasa
deg-degan dan sedikit panik. Pak Dedi Dwitagama, membagikan pendahuluan,
yang kemudia dilanjutkan dengan tanya jawab interaktif sesuai pembicara
beberapa hari lalu melalui telepon.
Beberapa peserta mungkin merasa
bingung, karena belum pemaparan materi tetapi langsung ke sesi tanya
jawab. Karena memang diharapkan peserta sudah membaca materinya terlebih
dahulu. Namun, dari pertanyaan-pertanyaan peserta, yang antusias justru
mengali kedalaman pemahaman tentang rambu-rambu penggunaan AI dalam
menulis.
Sejak awal, Pak Dedi menegaskan bahwa tujuan utama
kegiatan ini bukan sekadar mengenalkan teknologi, melainkan
menginspirasi peserta menjadi pribadi yang sukses dan mampu menulis
dengan baik. Pak Dedi menjelaskan bahwa AI adalah “Artificial
Intelligence” atau akal imitasi—kemampuan mesin untuk meniru kecerdasan
manusia.
Sesuai dengan rencana, Pak Dedi menjawab pertanyaan peserta dengan menggunakan pesen suara, sehingga lebih terasa interatif.
Dari pertanyaan-pertanyaan yang beragam dan mendalam, akhirnya muncul, tips penggunaan AI, menurut Pak Dedi, yaitu :
1. Gunakan AI untuk cari ide
2. Tentukan fokus dan arah tulisan
3. Susun kata dan kalimat sendiri
4. Tuliskan data, pengalaman sendiri
Belajar
dari Pak Dedi Dwitagama, kita memahami bahwa menulis di era AI bukan
tentang melawan teknologi, tetapi tentang mengendalikannya dengan bijak.
AI adalah sahabat, bukan tuan.
closing statement dari Pak Dedi : teknologi bermanfaat kalo endingnya kita jadi produltif, banyak karya dan bermanfaat buat kehidupan.
Terima kasih Kepada Pak Dedi untuk materinya yang luar biasa
Terima kasih untuk OmJay dan TSO yang memberikan kepercayaayn kepada saya menjadi moterator pada kelas kali ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar