Dalam menjalani kehidupan, terkadang luka atau cedera tidak hanya melukai raga, tapi dapat juga dapat melukai jiwa. Kebanyakan dari kita akan membiarkan luka di jiwa dan berasusmsi akan sembuh seiring dengan berjalannya waktu.
Luka hati, kejenuhan, kebosanan dan penyakit batin lainnya dapat menghambat pertumbuhan potensi kita. Hal ini dapat menyerang segala golongan umur, tanpa memandnag gender, status sosial, dan sebagainya.
Pola kehidupan modern yang serba cepat yang dapat memicu kekacauan dalam batin. "Healing" adalah istilah yang sering digunakan dalam kehidupan modern untuk memulihkan diri dari kejenuhan dan kondisi barin yan kurang baik.
Dari faktor-faktor tersebut dapat merusak kehidupan kita terutama kehidupan psikologi kita. Dan banyak dari kita akan enggan mendapatkan pertolongan dari konselor atau psikolog profesional. Berdasarkan hasil peneilitan yang di publikasikan pada Jurnal Psikologi Klinis Indonesia 2019, Vol. 4, No. 1, oleh Nurul Hikmah Maulida, dan Libbie Annatagia, memperoleh kesimpulan bahwa menulis dapat menurunkan tingkat depresi.
Saya melakukan pengobatan luka-luka ini dengan berdamai dengan diri sendiri dan pada saat tertentu menuliskannya dalam sebuah diary atau hanya sekedar coretan. Hal penting dari kegiatan menuliskan ini aadlaah membuang kotoran atau luka batin kita, sehingga tidak dibiarkan menimbun dalam jiwa kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar