Cari Blog Ini

Senin, 30 Mei 2022

Belajar Menulis Pertemuan 6 Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu

 


Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu

Malam ini diselenggarakan peretmuan ke 6 dari pelatihan belajar Menulis (BM) gelombang 26. Dengan narasumber yang luar biasa,  Prof. Richardhus Eko Indrajit.,seorang tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika asal Indonesia yang kini menjabat Rektor Universitas Pradita. Pertemuan malam ini dipantu secara apik oleh Ibu Aam Nurhasanah dari Cipanas, Kab. Lebak Banten. 

Inilah salah satu keuntungan setelah terjadi nya pandemi, pelatihan bisa dilakukan  tanpa kita perlu ada di satu tempat yang sama. Narasumber dan moderatorpun tidak di tempat yang sama.


Malam ini, karena narasumber sedang dalam perjalanan, acara pelatihan mengalami sedikit perubahan, namun tidak mengurangi semangat kami para peserta.


pelatihan ini dibuka dengan testimoni dari Bu Aam, yang awalnya jg mengikuti BM berikut kutipan nya :

Saya ikut kelas Omjay saat menjadi peserta di Gelombang 8 sekitar bulan April 2020. Namun karena tidak fokus saya kembali mengulang kelas di BM 12

Sebelum jadi penulis buku mayor, saya seperti bapak dan ibu. Bukan siapa-siapa dan baru mengenal dunia blog. Namun, pada akhirnya teman merekomendasikan kelas  ini karena BM sangat membantu teman-teman yang ingin belajar menulis buku dan tanpa dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Karena sepengalaman saya, banyak sekali kelas menulis tapi berbayar. Namun, kelas ini gratis sampai berlanjut hingga BM 25-26.

saat materi Prof. Ekoji, dibuka tantangan menulis dalam 2 minggu. Saat itu saya mencoba mengikuti tantangan dan akhirnya naskah saya lolos seleksi dan tembus ke penerbit mayor PT ANDI OFFSET YOGYAKARTA




mari kita masuk ke materi menulis dalam 2 minggu

Cara belajar menulis buku dengan mudah adalah dengan cara menuliskan hal-hal yang disampaikan oleh orang lain. Oleh karena itulah maka program menulis buku dalam dua minggu ini dibuat.


Apakah teman-teman memiliki pertanyaan terkait dengan ajakan saya ini? Bu Aam dan teman-teman guru lainnya telah membuktikan dengan diterbitkannya 59 buku mereka selama pandemi berlangsung. Kita BELAJAR sambil menjalaninya. Kalau terlalu banyak berfikir atau berdiskusi, maka biasanya tidak akan jadi-jadi tulisannya. Ayo teman-teman yang hebat. Hanya tiga langkah. 

1. Pilih judul di EKOJI CHANNEL. 

2. Tuliskan apapun yang saya katakan dalam kanal tersebut. 

3. Perlihatkan draft tulisan anda kepada saya.

Kebiasaan menulis saya dimulai dari kecil, yaitu pelajaran mengarang dalam Bahasa Indonesia. Saya senang menulis apa saja. Mulai dari menceritakan mimpi, kekaguman akan alam sekitar, kisah lucu yang ditemui sehari-hari, dan lain-lain. Awalnya memang terasa sulit menorehkan kata-kata di kertas kosong. Namun kalau sudah satu kalimat pertama mengalir, tiba-tiba sisanya menjadi lancar dan susah disetop.

Setelah saya renungi, kesenangan saya menulis adalah sebagai akibat dari kegemaran saya membaca buku. Semenjak kecil, saya senang membaca buku. Ayah ibu saya tidak pernah mau membelikan mainan. Tapi kalau buku, mereka dengan senang hati membelikannya. Ketika SD, buku bacaan saya beragam. Mulai dari yang ringan-ringan seperti komik Tintin, Asterix, Godam, Gundala, Donald Bebek, dsb. atau langganan majalan Bobo, Kuncung, dan Kawanku.... hingga yang berat-berat seperti karya Agata Christie, Karl May, Alfred Hitchcock, dan Mark Twain.

Banyak membaca membuat kosa kata yang saya kenal menjadi semakin banyak. Apalagi ketika SMA saya diharuskan membaca puluhan karya sastra dari Pujangga Lama maupun Pujangga Baru. Kami diwajibkan membuat sinopsis oleh guru Bahasa Indonesia. Alhasil, selama SMA saya berhasil menelurkan 120 sinopsis.

Menulis sebenarnya bukan merupakan suatu tujuan, tapi jalan untuk mencapai cita-cita yang lebih besar. Ketika masih remaja, saya punya cita-cita ingin keliling Indonesia namun dibayarin orang lain. Untuk itulah saya banyak menulis mengenai berbagai hal, dengan harapan ada pembaca yang mau mengundang saya mengisi seminar. Dan ternyata hal tersebut membuahkan hasil. Buku pertama saya di tahun 2001 berhasil membawa saya mengelilingi 27 provinsi ketika itu.


Terbukti ternyata semangat peserta tidak kendor. Hal ini terlihat dari banyak pertanyaan dari para peserta. baik tentang caranya, sampai pertanyaan teknis seperti format, ukuran huruf dan margin. Dan Prof Ekoji menjawab semua pertanyaan dengan jelas.

dan pada kesempatan inin Prof. Ekoji, jga menantang kami para perserta untuk menulis dalam 2 minggu. 

ada yang penasaran? yu nantikan BM gelombang berikut nya. dan juga nantikan hasil karya dari peserta BM gel. 26



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tawanan Fatamorgana

Tawanan Fatamorgana Karya : Sim Chung Wei Melayanag dalam khayal melambungkan jiwa penuh warna mahligai hidup dan ajal laksana menuju nirwan...