Trend Sunat Dewasa
Di beberapa kota besar di Indonesia, mulai marak (trend) sunat di usia dewasa. Hal ini terlihat dari berdirinya beberapa klinik sunat/khitan yang juga menyediakan layanan sunat dewasa. Saat saya merantau ke Jakarta, sekitar tahun 2007, awalnya saya merasa aneh, ada klinik yang menawarkan jasa sunat dewasa. Setelah membaca beberapa artikel dan bertanyaan kepada beberapa rekan, hal ini karena ada beberapa faktor yang mendukungnya.Seperti baru mengerti manfaatnya, tidak adanya kewajiban di agama yang mereka anut, atau ternjadinya indikasi kesehatan. Sehingga, permitaan pasar seperti ini lah yang dilihat oleh beberapa klinik yang menawarkan Jasa Sunat Dewasa.
Salah satu yang sempat menjadi viral adalah komika Marsel Widiyanto yang melakukan sunat pada usia 22 tahun, dan sempat tayang di kanal Youtube Denny Cagur. Alasan komika ini melakukan sunat adalah untuk kesehatan. Selain karena pengalaman yang memalu saat kencing di urinoar sebuah mall, dan diledek sudah besar belum sunat.
Dengan semakin maju dan berkembangnya bidang kesehatan, dan berbagai penelitian, maka perihal khitan atau sunat sekarang ini bukan semata-mata kewajiban dalam Ajaran agama Islam, namun menjadi ajuran kesehatan untuk kaum Adam.
Salah satu teman saya, sebut saja Mr.I, melakukan operasi minor ini sekitar 4 bulan menjelang pernikahanya, pada usia 33 tahun. Saya juga awalnya bertanya kenapa menjelang pernikahan baru melakukan sunat? menurut dia selain untuk kesehatan, juga karena sang calon istri menyarankan. Meskipun mereka berdua non-muslim, tapi dari cara mereka berpikir kita dapat melihat bahwa merka sudah mengerti manfaat sunat bagi bagi pria dan bagi pasangannya. Setelah menikah iseng saya tanya bagaimana rasanya, dia bilang luar biasa. Dan setelah saya tanya lebih lanjut, dia sebenarnya tidak memiliki indikasi penyempitan kulit penis, sehingga dapat dibuka full seperti yang sudah disunat, jadi tanpa melakukan operasi minor inipun, sebenarnya fungsi alat reproduksinya tidak mengalami masalah.
Sedikit berbeda dengan youtuber Kenneth Halim yang melakukan tindakan ini setelah menikah dan merasakan tidak nyaman saat berhubungan intim. Pengalamannya diunggal di kanal youtbe milik istrinya, Pingky Ruslie. Hal ini dikarenakan kulit penis Kenneth yang terlalu melekat atau dalam istilah kedokteran disebut phimosis, sehingga kepala penis mengalami pelekatan dengan kulitnya. Kondisi inilah yang membuat sang suami tidak nyaman saat berhubungan. Dan kondisi ini menjadi salah satu penyebab proses pembuahan tidak berhasil. Karena secara fisiologis (hormon, kematangan sel telur, jumlah sperma, kelincahan sperma, dan sebagainya) kondisi kesehatan reproduksi mereka berdua tidak bermasalah. Atas anjuran dari dokter akhirnya sang suami menjalani proses pemotongan ini pada usia 27 tahun. Dan saat ini, setelah sang suami dapat menikmati dan melakukan fungsi reproduksinya, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki.
Jadi banyak alasan kenapa pria non Muslim di Indonesia, akhirnya melakukan sunat baik saat anak-anak atau sudah dewasa. dan perlu diingat kembali proses sunat ini tidak hanyak untuk alasan keagaaman saja.
Sunat dan kesehatan memang tidak diragukan lagi
BalasHapusYes
HapusKau sendiri, bagaimana Sim? Seperti Bu Lely, boleh dong nanya. Sunat atau Khitan, dalam Ajaran Agama Islam merupakan Sunnah Rasullulloh Muhammad SAW. Secara keimanan, jika kami mengikuti Sunnahnya, akan mendapat pahala. Dan pastinya kelak insyaa Allah akan mendapatkan syafaatnya. Karena Rasullulloh pernah bersabda, barangsiapa tidak suka dengan sunnahku, dia bukanlah umatku. Demikian, Wallahu'alam bissowab, Salam Literasi.
Hapussecara logika seharusnya pertanyan tersebut sudah terjawab. terima kasih
HapusSemangat Mas Sim...
BalasHapusEh.. ngomong - ngomong.. Mas Sim sudah sunat apa belum nih?
Rahasia, coba ibu Lely analisa... hehehe
Hapusini mba lely unpam kah?
HapusArtikel yang luar biasa👍, sunat memang sudah di syari'at kan dari jaman nabi Ibrahim jauh sebelum nabi Muhammad
BalasHapusTerima kasih Pak Ahmad
Hapusmanteb kang... lanjutkan menulisnya....
BalasHapusTerima kasih anonim (siapa ya?)
HapusBukan sekedar tentang agama tetapi kesehata.. Artikel yang bagus pak
BalasHapusiya pak Syaif, setuju, semoga artikel saya ini memberikan pencerahan kepada masyarakat
HapusKeren, Ko...!
BalasHapusterima kasih Pak Alfred
Hapuspria sejati pasti "dihelm". wkwk
BalasHapusmantab
HapusMasalah kebersihan yg terutama. Apalagi banyak laki2 yg "sembrono" utk nyuci "helm"nya, padahal di kota-kota besar banyak layanan cuci helm. Hehehehe...
BalasHapusTetap semangat menulis kang Periplaneta americana....,,
hahaha... terima kasih telah bekomentar di blog saya, hamba Elaeis guineensis
HapusNaon eta teh kang?
Hapus